SportlinkNews - AC Milan harus menelan kekalahan di kandang saat menjamu Parma di San Siro, Senin (23/2) dini hari WIB. Rossoneri takluk 0-1 dan laju tak terkalahkan dalam Serie A pun terhenti.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi AC Milan. Sejumlah peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan, termasuk sepakan Rafael Leao yang membentur tiang.
Sementara itu, gol penentu kemenangan Parma lahir dari sundulan Mariano Troilo, yang sempat dianulir. Namun kemudian disahkan wasit setelah VAR meninjau situasi tersebut.
Baca Juga: Lakers Tersungkur dari Celtics, Worthy: Tidak Ada Semangat!
Akibat hasil ini, AC Milan harus mengakhiri rekor 24 pertandingan tak terkalahkan di Serie A. Setelah menelan kekalahan di pekan perdana, pasukan Massimiliano Allegri mencatat 15 kemenangan dan sembilan imbang sebelum tersentuh Parma.
“Kami jelas tidak senang. Parma main bagus banget dan bolanya buat kami tidak mau masuk malam ini,” kata asisten pelatih AC Milan, Marco Landucci, kepada Sky Sport Italia.
Landucci menegaskan bahwa AC Milan memang menargetkan kemenangan. Namun, hasil pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: UEFA Skors Prestianni Satu Laga Usai Dugaan Rasisme ke Vinicius Jr
“Kami maunya dapat tiga poin, jadi tentu saja kami kecewa, tapi kami akan jalan lagi mulai Selasa,” ucapnya.
Laga tersebut juga diwarnai cedera yang merugikan AC Milan. Ruben Loftus-Cheek terpaksa ditarik keluar pada menit ke-11 setelah benturan keras, memaksa tim melakukan pergantian lebih awal.
Menurut Landucci, faktor keberuntungan juga tidak berpihak pada AC Milan. “Saya kira Serie A adalah liga yang paling sulit di dunia, karena sangat seimbang, dan setiap pertandingan ada ancaman tersembunyi,” ujarnya.
Baca Juga: Revolusi Sport Science: AI Prediksi Kelelahan Pemain Muslim di Bulan Ramadan
Landucci menambahkan, ada banyak hal tak terduga yang membuat pertandingan ini menjadi lebih sulit. Andai tidak terjadi apa-apa AC Milan bisa saja meraih kemenangan.
“Ada pertandingan yang tidak berjalan sesuai harapan Anda. Hari ini, Gabbia cedera saat pemanasan dan kami terpaksa melakukan perubahan di detik terakhir, kemudian Loftus-Cheek terluka di awal pertandingan dan mengalami benturan yang cukup keras. Ini malam yang sedikit apes,” ujarnya.