SportlinkNews - Selama beberapa tahun terakhir, banyak perbincangan seputar Lamine Yamal, yang dengan cepat menjadi pemain kunci Barcelona.
Dalam beberapa bulan terakhir, hal ini semakin intensif, tapi bukan karena penampilannya di lapangan, melainkan karena situasi yang berkembang di luar lapangan.
Barcelona dikabarkan semakin khawatir dengan aktivitas Lamine Yamal di luar lapangan, karena gaya hidupnya dipertanyakan.
Baca Juga: Lamine Yamal Menepis Klaim Cedera: Semuanya Bohong
Dan menurut mantan pemain Real Madrid, Ivan Zamorano (via MD), pemain berusia 18 tahun itu kurang berkelas.
“Saya tidak akan merekrut Lamine (untuk Real Madrid). Dia memang aneh, tapi dia tidak memiliki esensi seorang pemain Real Madrid," kata Ivan Zamorano.
Lebih lanjut diutarakan dirinya akan merekrut Pedri, dia fenomenal dan melakukannya tanpa banyak bicara.
"Pedri rendah hati, dia cukup bicara dan itulah esensinya. Lamine Yamal tidak memiliki jiwa maupun esensi Madrid. Barcelona, bagus; tidak di sini," tandasnya.
Baca Juga: Parma 2-2 Milan: Carlos Cuesta Ungkap Semangat Juang
Itu cerita lain, klub yang sama sekali berbeda. Real Madrid adalah tim yang berkelas dan berbudaya. Para pemain harus mencerminkan hal itu.
Barcelona Didesak untuk Mengambil Tindakan dalam Kasus Lamine Yamal
Komentar Zamorano muncul terkait dugaan komentar Lamine Yamal tentang Real Madrid yang mencuri kemenangan/poin dari tim lain, dan ia mendesak Barcelona untuk mengambil tindakan guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Sunderland 2 Arsenal 2: Gol Penyeimbang Akrobatik Brian Brobbey Rentetan Kemenangan Berakhir
"Saya tidak pernah mendengar Messi mengatakan bahwa kami mencuri, padahal dia adalah pemain terbaik dunia," ujarnya.
Artikel Terkait
Chelsea 3 Wolves 0: The Blues Naik Ke Posisi Kedua, Tim yang Berjuang Tanpa Manajer Kini Terpaut Delapan Poin
PSSI Terima Sanksi Terberat Ketiga di Dunia dari FIFA, Thom Haye dan Shayne Diskorsing
Gol Telat Matthijs de Ligt Selamatkan Manchester United di Kandang Tottenham
Mengerikan, Dokter Olahraga Melakukan 1.430 Pelecehan dan 47 Pemerkosaan terhadap Atlet Pria Selama Dua Dekade
Ilmu Bulu Tangkis Olimpiade: Mengurai Pukulan Sempurna