Kendati demikian, tim mampu bangkit dan kembali menemukan ritme permainan yang konsisten.
Baca Juga: PSIM Yogyakarta Jalani Dua Uji Coba Lawan PSIS Semarang dan Garudayaksa FC
“Setelah pertandingan El Clasico atau melawan Chelsea, sepertinya kita (dianggap) telah menyia-nyiakan musim ini,” ujar Garcia.
Ia menegaskan bahwa dinamika dalam sepak bola tidak bisa dinilai hanya dari satu periode singkat.
“Tetapi itu tidak berarti apa-apa. Dalam sepak bola, ada masa-masa baik dan masa-masa buruk.”
Baca Juga: Susunan Pemain Indonesia vs Myanmar: Garuda Muda Turun dengan Skuad Terbaik demi Tiket Semifinal
Garcia menambahkan bahwa Barcelona pun sempat kesulitan karena badai cedera.
“Kami mengalami awal yang sulit dengan banyak pemain yang cedera,” lanjutnya.
Di mata pemain berusia 24 tahun itu, Real Madrid sedang mengalami fase serupa, sebuah periode sulit yang dapat terjadi pada klub besar mana pun.
Garcia bahkan mengaku tidak menikmati keadaan yang sedang menimpa rivalnya.
“Saya tidak akan pernah senang ketika keadaan berjalan buruk bagi rival,” tegasnya, menekankan bahwa persaingan sehat tidak berarti merayakan penderitaan lawan.
Di tengah badai inkonsistensi Real Madrid, posisi pelatih Xabi Alonso kini berada dalam tekanan besar.
Baca Juga: Update Perolehan Medali SEA Games Thailand 2025, Singapura Buntuti Indonesia
Berbagai laporan menyebutkan bahwa pelatih berusia 44 tahun itu berada di ambang pemecatan jika gagal mengembalikan performa tim.
Artikel Terkait
Hadapi Pasangan Thailand di Semifinal SEA Games 2025, Begini Reaksi Jafar/Felisha
Jafar/Felisha Pastikan Medali dan Melaju ke Semifinal SEA Games 2025
PSM Makassar Kehilangan Satu Pemain Asingnya, Lucas Dias Serafim Terpaksa Pulang Kampung
SEA Games 2025: Indonesia Loloskan 6 Perenang dan 1 Tim Gaya Ganti Putra ke Final
Emas dan Rekor Asia: Delima Yunia Bersinar di Asian Youth Para Games 2025