Oleh karena itu perlu tata kelola yang semakin baik dan profesional. “PON XXI Tahun 2024 di Aceh-Sumatera Utara diharapkan dapat dikelola dengan kolaborasi yang baik agar memiliki daya tarik luar biasa.
Dengan begitu, PON akan menjadi ajang lahirnya atlet berprestasi Indonesia, di samping hiburan yang menjadi bagian dari Sport Industry dan Sport Tourism,” sambung Marciano.
Berkaitan dengan Sport Industry dan Sport Tourism, KONI Pusat berkomitmen untuk mendorong peran pegiat usaha lokal, khususnya koperasi dan UMKM.
Baca Juga: Hasil Drawing Cabor Sepak Bola dan Futsal PON XXI Aceh-Sumatera Utara
KONI Pusat berperan lebih melalui Komisi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang diatur “Peraturan KONI Pusat Nomor 59 Tahun 2024 tentang Pedoman Hak Komersial KONI Pusat”. Regulasi itu pun diserahkan oleh Ketum KONI Pusat kepada Pj.Gubernur Sumut usai buka puasa bersama.
Sebelum pertemuan Ketum KONI Pusat dan Pj.Gubernur Sumut, sudah ada kesepakatan antara bidang terkait dengan Sekjen KONI Pusat selaku Ketua Komisi HAKI PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
“Beberapa yang berkaitan dengan dukungan KONI Pusat melalui HAKI antara lain, bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Broadcasting, dan Pemasaran. Ketiganya harus mengacu dengan standar tinggi dan menjadi ‘wajah’ suksesnya PON XXI,” terang Sekjen KONI Pusat Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS.
“Alhamdulillah kami sudah mencapai kesepakatan dalam pelaksanaan kegiatan PON XXI terkait dengan ruang lingkup HAKI demi suksesnya PON XXI,” sambungnya.
Bidang HAKI berkaitan dengan citra PON dan juga berdampak pada daya tarik lebih besar, sehingga memungkinkan dukungan mengalir lebih deras untuk sukseskan PON XXI.
Terkait standar yang ditetapkan KONI Pusat, tentunya tanpa kompromi merujuk kelas dunia. Sekjen KONI Pusat berpendapatan bahwa kualitas penyelenggaraan kelas dunia, berdampak pada keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade.
Baca Juga: Jelang PON XXI KONI Pusat Berkolaborasi dengan OYO Indonesia
“Indonesia akan bidding Olimpiade di masa yang akan datang, kita harus menunjukan mampu sebagai tuan rumah yang baik,” jelas Ade Lukman.
Meski Aceh dan Sumut baru pertama kali menjadi tuan rumah PON, namun Sekjen KONI Pusat percaya kedua provinsi tersebut dapat ukir sejarah dengan suksesnya PON pertama di dua provinsi dan diikuti 38 provinsi. PON XXI juga harus memberikan ‘legacy’ bagi Indonesia, khususnya bagi Aceh dan Sumut.
Salah satu contohnya, KONI Pusat telah bekerja sama dengan CLOIT, perusahaan asal Korea Selatan yang berkaitan software Games Management System (GMS), Games Result System (GRS), Timing & Scoring, Integration System dan sebagainya di Indonesia. KONI Pusat dan CLOIT telah bekerja sama pada 19 Juli 2023.
Artikel Terkait
Bagaimana Mike Bibby Menjadi Raja Eksklusif NBA Air Jordan
Gabby Paterson Mewakili Keluarga dan Budaya Melalui Olahraga
Cristiano Ronaldo Cetak 65 Hat-trick, Gawang Eks Kiper AC Milan Jebol 8 Kali
5 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Salah Satunya Persija Jakarta
Jadi Tuan Rumah Madura United Bertekad Kalahkan Persita di Laga Ketiga Liga 1 2024/2025