SportlinkNews - Tim balap MTB Jawa Timur (Jatim) secara dramatis berhasil memenangkan balap di nomor XCR PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Tahura Bukit Barisan, Karo, Sumut.
Kemenangan tim MTB Jatim ini terbilang sangat mengesankan bagi para pembalapnya, pasalnya tim Jatim sudah tertinggal jauh dengan pesaing dekatnya tim MTB Jawa Barat (Jabar).
Pada laga hari Kamis (5/9) tim Jabar sudah unggul terlebih dahulu di dua lap dan terpaut waktu yang cukup jauh.
Baca Juga: Santic Roadwind Sepatu Sepeda dengan Fleksibilitas Tinggi Cocok untuk Roadbike dan MTB
Tim Jabar unggul di dua lap dengan perolehan waktu di lap pertama 12 menit 45,195 detik dan lap kedua 29 menit 30,850 detik.
Namun secara mengejutkan para pembalap Jatim berhasil menyodok tim Jabar dan secara meyakinkan finis di depan tim Jabar untuk meraih medali emas.
Pembalap sepeda Jabar Mohammad Rafly Fadillah saat ditemui usai pertandingan mengaku kegagalannya untuk mencapai posisi pertama akibat mengalami trouble di salah satu lintasan.
Baca Juga: Kontingen Jawa Timur Tambah Koleksi Medali Emas di Cabor Balap Sepeda Gunung XCR
Ia harus rela finish di posisi kedua dengan perolehan waktu 44 menit 00,542 detik.
“Di tengah lintasan trek, saya sempat mengalami trouble. Pertama karena sepeda dan yang kedua karena trek di lokasi ini cukup ekstrem."
"Posisi saya pas di tengah trek. Itu yang buat upaya saya untuk mencapai garis finish jadi lebih lama," ungkap Rafly.
Baca Juga: Wasit Lakukan 117 Kali Checking VAR Sejak Liga 1 2024/2025 Bergulir
Pelatih sepeda balap Jabar mengaku pihaknya kurang beruntung setelah gagal mencapai posisi pertama yang sudah hampir di depan mata.
Meski demikian perolehan medali perak anak didiknya hari ini, merupakan hasil kerja keras yang tentunya tidak mudah diraih.
Artikel Terkait
Kylian Mbappe Disebut Seperti Botol Saus Tomat, Prediksi Akan Terus Mencetak Gol untuk Real Madrid
Segini Bonus Atlet Aceh Peraih Emas, Plus Tambahan Jika Tembus 10 Besar
Hasil Indonesia vs Arab Saudi: Timnas Garuda Imbangi Juara Piala Asia
Cristiano Ronaldo Menangis Menjadi Pemain Pertama Berusia 39 Tahun yang Mencetak 900 Gol