Pecahkan 2 Rekornas di PON XXI Aceh-Sumut, Ini Alasan Rizki Juniansyah Meloncat ke Kelas 89kg

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 7 September 2024 | 13:42 WIB
Rizki Juniansyah meraih medali emas kelas 89kg cabor angkat besi PON XXI Aceh-Sumut 2024. (sportlinknews)
Rizki Juniansyah meraih medali emas kelas 89kg cabor angkat besi PON XXI Aceh-Sumut 2024. (sportlinknews)

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, Rizki beraksi di kelas 89kg, Sabtu (7/9). Bukan kelas 73kg yang ia persembahkan medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Paris 2024.

Meski meloncat ke kelas 89kg-- sesuatu yang baru dialami- Rizki tetap tak tertandingi. Rizki yang mewakili Banten, terlalu perkasa bagi enam lifter lainnya dalam perlombaan di GOR Seuramoe, kompleks Stadion Harapan Bangsa, Aceh, itu.

Selain meraih medali emas, Rizki juga sukses memecahkan beberapa rekor. Untuk angkatan snatch, ia memecahkan rekor nasional kelas 89kg putra atas nama Muhammad Zul Ilmi yang memiliki rekor angkatan 155 kilogram.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pertandingan PON XXI Wilayah Aceh, Sabtu 7 September 2024

Demikian juga untuk clean and jerk, Rizki juga memecahkan rekor nasional atas nama Muhammad Zul Ilmi dengan rekor sebelumnya 187kg.

Dengan keberhasilannya memecahkan kedua rekor itu, otomatis Rizki juga memecahkan rekor angkatan total di kelas 89kg putra. Dia total mengangkat 360kg.

“Alhamdulillah sangat senang dan bangga bisa memecahkan snatch, clean and jerk, dan total di kelas 89 (kilogram) putra. Ini adalah catatan rekor pertama saya dan rekor baru," kata Rizki.

Baca Juga: Kirab Obor Finis di Banda Aceh, PON XXI Siap Dibuka oleh Presiden

"Sebelumnya saya mencatatkan rekor di kelas 73 (kilogram), tetapi di PON ini, saya main di kelas 89 (kilogram), dan alhamdulillahnya saya masih bisa tampil maksimal di kelas ini,” kata Rizki yang mengaku saat timbang badan beratnya 81kg.

Perpindahan kelas oleh lifter adalah hal yang umum dilakukan. Terutama jika jarak kategori berat badannya berdekatan.

Namun, Rizki Juniansyah meloncat jauh dengan berpindah dari 73kg ke 89kg di PON Aceh-Sumut 2024. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan soal apakah perpindahan itu permanen mengingat di kelas 73 kg Indonesia punya dua ”mutiara”.

Baca Juga: Sumut Siapkan Layar Besar untuk Pembukaan PON 2024

"Dibilang berat tidak tidak. Saya hanya menjaga pola makan, yang porsinya tentu lebih banyak supaya berat badan saya naik. Sebelum tanding berat badan saya 81kg," ujarnya.

Kelas 89kg ini diikuti total oleh tujuh peserta. Selain Rizki, Joko, dan Najib, kelas ini juga diikuti oleh Muhammad Fajri Asshodiq asal Aceh, Muchammad Choirul Anwar asal Jawa Timur, Syafiq Abdurrahman Subekti asal Riau, dan Abdul Rahim asal Kalimantan Timur.

Ia menjelaskan, sebelumnya ia ditugaskan untuk berlaga di PON pada kelas +81 sesuai dengan kelas yang diikuti pada pra-PON.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
X