Peraih Emas Pertama Kalbar Devi Safitri Pernah Kerja Angkut Pasir Sebelum Jadi Kowad

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 12 September 2024 | 21:07 WIB
Devi Safitri menjadi atet pertama yang sumbang medali emas untuk Kalimantan Barat dari cabor Hapkido.
Devi Safitri menjadi atet pertama yang sumbang medali emas untuk Kalimantan Barat dari cabor Hapkido.

SportlinkNews - Hapkido sangat berarti bagi Devi Safitri. Lewat cabang olahraga bela diri ini, kehidupannya berubah drastis.

Atlet berusia 27 tahun ini berhasil meraih medali emas nomor daeryun kelas 59-63 kilogram putri pada PON XXI 2024. Raihan ini membuatnya menjadi atlet pertama Kalimantan Barat yang menuai emas.

Pada pertandingan final melawan Jenifer Priscila Mamoto di GOR KONI, Banda Aceh, Selasa (10/9) Devi menang 13-10 atas lawan yang mengalahkannnya di Pra-PON.

Baca Juga: Cabor Taekwondo PON XXI Dapat Bantuan Wasit Internasional dari Korea

Perjalanan hidup Devi penuh lika liku. Dia harus jatuh bangun setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Dia dan adiknya tinggal bersama kakek dan neneknya yang serba terbatas. Pamannya yang membiayainya sekolah.

Ayahnya meninggal dunia saat ia kelas 2 SMA atau berusia 16 tahun pada 2013. Selang 100 hari, giliran ibunya berpulang. Dia pun ditakdirkan jadi yatim piatu.

Devi seperti diterjang badai. Tapi, dia tetap tangguh. Diyakini Tuhan tidak pernah menguji melebihi kemampuan umatnya.

Baca Juga: DKI Jakarta Rebut Dominasi Renang Artistik PON XXI dari Sulawesi Selatan

"Saya tak tahu apa yang harus saya lakukan setelah beruntun orang tua saya meninggal dunia hanya berselang 100 hari," kenang Devi.

Devi yang berasal dari keluarga tak mampu, melakoni pekerjaan apapun. Tanpa gengsi. Dia rela mengantre di POM bensin membawa dirijen untuk jualan bensin eceran.

Dia bekerja untuk seorang agen dengan imbalan Rp60.000 per 100 liter bahan bakar yang terjual. Devi juga pernah nyambi bekerja mengangkut pasir.

Baca Juga: Jawa Timur Dominasi Loncat Indah PON 2024, Gladies Jadi Bintang dengan Sabet Lima Emas

"Paman membantu membiayai sekoah saya dan adik. Saya lakukan itu untuk membantu paman yang punya usaha angkutan pasir. Lumayan buat jajan," tuturnya.

Di satu sisi, dia harus membagi waktu untuk latihan taekwondo, olahraga bela diri pertama yang ditekuni sebelum beralih ke hapkido pada 2016.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
X