Dia sedikit mengubah formasi the winning team saat menebas Jabar di semifinal. Rina dan Desi tetap menjadi andalan pada dua partai awal, tetapi dia memainkan Mira Fitria di partai ketiga, bukan Anastasya Almaira. Saat menghadapi Jabar di semifinal, Anastasya menyerah pada Vera.
Wahyudi Nur, manajer tim tenis meja Jakarta, mensyukuri peraihan satu medali emas dan satu perunggu dari kontes beregu ini. "Terima kasih ya Allah," katanya.
Baca Juga: Pebiliar Veteran 74 Tahun Tan Kiong An Masih Terlalu Tangguh, Sodokannya Hasilkan Emas
"Peraihan emas dari tim putri memang sesuai dengan target," ujarnya.
Perunggu dari tim putra, katanya, tidak perlu disesali. "Fernando Pallar dan kawan-kawan akan berlatih lebih keras lagi untuk lebih diperhitungkan," jelas Wahyudi Nur, direktur PT Usaha Persada Jaya, anak usaha operasional PLN UID Jakarta Raya.
Artikel Terkait
Jay Idzes Jadi Sorotan Media Italia saat Timnas Indonesia Imbangi Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Barcelona Gagal Rekrut Nico Williams, Bukan karena Finansial melainkan Dani Olmo
Hansi Flick Dianggap Pilihan Tepat Gantikan Xavi di Barcelona, Pemain Tak Tertawa Selama 7 Bulan
Barcelona Ungkap Alasan Memulangkan Dani Olmo, Si Anak Hilang Dinilai Terlalu Istimewa
Arne Slot dan Ryan Gravenberch: Kebangkitan Potensi Besar di Liverpool dan Timnas Belanda