Dalam wawancara pascalomba, Lilly mengaku bahwa ia masih merasa kesakitan, namun hal itu tak menghalangi semangatnya.
"Saya tidak pernah berharap untuk menang, tetapi saya sangat percaya pada diri sendiri dan dukungan dari keluarga, adik-adik, serta keluarga besar Bali," katanya.
Baca Juga: Update Klasemen Medali PON XXI: DKI Masih Berkuasa, Tuan Rumah Bersaing
“Ini adalah mimpi saya untuk menjadi bagian dari tim renang Indonesia."
Medali emas ini adalah puncak dari perjalanan panjang penuh perjuangan. Bagi seorang atlet, kesempatan bertanding di PON bukan hanya tentang kecepatan atau kekuatan, melainkan juga tentang mentalitas dan persiapan.
Lilly mengakui bahwa dalam penyisihan, ia merasa penampilannya belum maksimal. Namun, di babak final, dia berhasil menampilkan yang terbaik dan mencapai impian yang selama ini ia kejar.
Baca Juga: PON XXI Aceh-Sumut: Ajang Prestasi, Kebanggaan dan Peluang
“Ketika waktu penundaan karena hujan, saya terus berdoa dan berusaha untuk tetap tenang. Saya merasa lebih siap setelahnya,” kata Lilly.
Walaupun hujan badai sempat mengganggu, ia tetap fokus dan tidak membiarkan keadaan eksternal mempengaruhi performanya.
Dengan kemenangan ini, Lilly tak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga harapan baru bagi kontingen Bali di ajang PON 2024.
Baca Juga: Tegas, Pertina Pecat Wasit Kontroversial di PON XXI Aceh-Sumut 2024
Emas yang ia raih menjadi motivasi besar baginya untuk terus berprestasi di nomor-nomor berikutnya, terutama di nomor 100 meter gaya kupu-kupu, yang menjadi andalannya.
"Ini emas pertama untuk Bali di cabang akuatik, saya sangat bangga. Saya berharap bisa memberikan yang terbaik lagi di nomor berikutnya."
Artikel Terkait
Ternyata Alasan Gol Nico Williams Bertahan di Bilbao
Inzaghi Ungkap Penyesalan Inter setelah Hasil Imbang Mengecewakan di Monza
Erick Thohir Melihat 2 Hal Positif Sepak Bola Putri
Lamine Yamal: Titisan Lionel Messi yang Mulai Saingi Erling Haaland
Vinicius Junior Kembali Berulah, Legenda Real Madrid Predrag Mijatovic Kecewa