Dalam persaingan ketat, Aditya menang di atas Muhammad Ibnu Rusyid Aulia dari Sumatera Utara yang meraih medali perak dengan waktu 38,847 detik, dan Rafelino Rahendra dari Jawa Tengah yang mendapatkan medali perunggu dengan waktu 39,392 detik.
Kemenangan ini membuktikan bahwa Aditya bukan hanya atlet berbakat, tetapi juga memiliki mental juara yang patut dicontoh.
Kunci dari keberhasilan Aditya, seperti yang dia ceritakan, adalah kemampuan untuk mengatasi ketakutan dan tantangan di trek balap yang baru selesai dibangun.
Baca Juga: Debut Barongsai di PON XXI Ketua Umum KONI Marciano Norman Apresiasi Peran PB FOBI
"Pesan dari pelatih saya adalah untuk selalu tenang, fokus, dan mengendalikan diri. Musuh terbesar dalam balap sepeda adalah diri sendiri," ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pegangan penting dalam setiap balapan yang dilaluinya.
Manajer tim balap sepeda Sumatera Selatan, Novian Aswardani, memberikan pujian tinggi atas pencapaian Aditya.
Meskipun target awal tim adalah mendulang dua medali emas dan satu untuk nomor putri tidak tercapai, keberhasilan Aditya tetap menjadi kebanggaan tersendiri.
"Saya sangat bangga melihat bagaimana Aditya dan atlet lainnya memanfaatkan masa muda mereka untuk berprestasi dan menunjukkan hasil yang luar biasa," ujar Novian.
Artikel Terkait
Arne Slot Mengaku Tak Takut dengan Debutnya di Liga Champions Bersama Liverpool, Langsung Hadapi AC Milan
Justin Hubner Jawab Sindiran Media Malaysia Usai Tahan Imbang Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
AC Milan Gandeng Dyson dalam Kolaborasi Teknologi Mutakhir untuk Pengalaman Pemain dan Penggemar
All Jateng Finals Berpeluang Terjadi di Tunggal Putra Bulu Tangkis PON XXI
PSBS Biak Kembali Telan Korban, Madura United Dibuat Takluk di Pekan Kelima Liga 1