pon-2024

Mosi Tak Percaya Kepada KONI Jateng, Pelatda PON 2024 Cabor Taekwondo Akan Bubar

Rabu, 1 Mei 2024 | 19:55 WIB
Seluruh Pengkab dan Pengkot TI Se-Jateng melakukan mosi tidak percaya kepada KONI Jateng.


SportlinkNews - Prestasi Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut yang akan digelar 8-20 September 2024 diprediksi bakal hancur.

Seluruh Pengkab dan Pengkot TI Se-Jateng melakukan mosi tidak percaya kepada KONI Jateng. Mereka meminta Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana mundur dari jabatannya sebagai ketum KONI Jateng.

"Ya, mereka (Pengkab dan Pengkot TI Se-Jateng--Red) sepakat melakukan mosi tidak percaya kepada KONI Jateng, karena mereka menilai manajemen KONI Jateng yang sangat buruk," kata Ketua Pengprov TI Jateng, Grand Master Taekwondo, Alex Harijanto seusai Raker Pengprov TI Jateng di GOR Pelatda Taekwondo Jateng kompleks Joglo Kumpul Kumpul di Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada 28 April 2024.

Baca Juga: Tim Uber Indonesia Ketemu Thailand di Perempat Final

Seperti diketahui, pada PON XX di Papua 2021, Jateng menduduki peringkat ke-6 dengan perolehan medali sebanyak 24 emas, 45 perak, dan 61 perunggu.

"Peringkat ke-6 Jateng di PON Papua lalu sangat memalukan. Sekarang ini persiapan Jateng menuju PON Aceh-Sumut 2024 sangat buruk. Ditambah lagi manajemen pengurus KONI Jateng yang tidak transparan dalam pembagian bantuan dana ke cabor. Inilah yang membuat prestasi Jateng di PON Aceh-Sumut nanti bakal hancur," ungkap Alex.

Menurutnya, solusi agar prestasi Jateng di PON Aceh-Sumut 2024 nanti bisa lebih baik adalah ketua umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana, harus mundur dari jabatannya.

Baca Juga: Soal VAR, Bukan Bermaksud Menggugat ...

Dikatakan Bona sudah tidak layak lagi memimpin KONI Jateng. Menghindar dari tanggung jawab dan menugaskan pengurus KONI yang tidak punya wewenang memberi keputusan. Dan justru para oknum KONI ini diduga memperkeruh suasana.

Dia mengatakan, salah satu indikasi bakal menurunkannya prestasi Jateng adalah pelaksanaan TC PON Aceh-Sumut. KONI Jateng memberlakukan kebijakan pelaksanaan TC PON yang bervariasi.

"KONI Jateng memberlakukan TC PON kepada sejumlah cabor bervariasi. Ada yang enam bulan, empat bulan, bahkan ada yang dua bulan padahal yang dapat jatah hanya dua bulan curhat ke saya seandainya TC jangka panjang bisa dapat emas. Belum lagi pencairan dananya tidak transparan dgn menggelembungkan dan Silpa sebesar 5.6M, sehingga banyak pengurus cabor yang mengeluh," ungkapnya.

Baca Juga: Hasil Thomas Cup 2024: Lewat 1 Jam 17 Menit, Fikri/Bagas Beri Poin Pertama untuk Indonesia

Cabang taekwondo, katanya, sudah dua bulan yakni Maret dan April belum menerima dana untuk TC PON. Kejadian yang sama juga menimpa para atlet taekwondo dan pelatih yang selama dua bulan tersebut belum menerima insentif.

"Saya akan bubarkan saja jika dana TC PON, insentif atlet dan dana pengganti dana TC Pra-PON tidak diberikan. Saya menduga ada oknum pengurus KONI Jateng yang sengaja menghambat tidak memberikan uang insentif atlet, dana untuk TC dan uang pengganti biaya TC Pra-PON sebesar Rp 950 juta," tandanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB