- M. Nigara
Wartawan Sepak Bola Senior
SportlinkNews - Jauh sebelum FIFA memutuskan VAR 2016 diberlakukan, banyak terjadi protes atas keputusan-keputusan wasit dalam berbagsi pertandingan sepak bola. Bahkan, tidak jarang karena kecurigaan atas prilaku wasit, kerusuhan besar terjadi.
Secara teori, VAR alias Video Assistant Referee adalah sistem yang berfungsi membantu wasit untuk mendekati keadilan. Dengan begitu, VAR diharapkan bisa mengurangi ketidakpuasan semua pihak pada kinerja wasit dan dua asisten wasit. Ya, VAR adalah mata ketiga dalam setiap pertandingan.
Pertanyaannya, benarkah VAR bisa mendekati keadilan bagi semua pihak? Jawabnya tentu tidak mudah. Mengapa?
Baca Juga: Pemain Uzbekistan Ketahuan Menghirup Zat Aneh untuk Taklukkan Timnas U-23 Indonesia
Ternyata VAR itu sendiri masih dijalankan oleh seorang asisten wasit. Padahal, jika ide VAR itu untuk mendekati keadilan, harusnya tidak lagi ada wasit atau siapa pun yang mengoperasikannya.
Secara berseloroh ada pihak yang mengatakan, wasit VAR-lah penentu kemenangan salah satu tim.
Ya, ini hanya ungkapan bagi mereka yang timnya secara kasat mata malah dirugikan oleh kinerja VAR itu sendiri.
Baca Juga: Yolla Yuliana dan Aulia Suci Gagal Jejaki Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea
Intinya, tetap manusia yang mengendalikan segalanya. Intinya lagi, patut dapat diduga like and dislaike tetap bisa terjadi.
Ditolak FIFA
Adalah Josepp Blatter, Presiden FIFA 1998-2015, secara tegas menolak program VAR. Saat itu, ada teknisi dari Belanda yang mengajukan alat tersebut, tepatnya 2010 awal.
Blatter mengatakan, sepak bola tidak membutuhkan alat itu. VAR itu dapat menghilangkan 'ruh' sepak bola, kejujuran dan kebersamaan.
Baca Juga: Uber Cup 2024: Tim Indonesia Akui Keunggulan Jepang
"Kalau masih ada orang di balik mesin, tidak ada bedanya dengan cara lama," katanya lagi.
KNVB ( Koninklijke Nederlandse Voetbalbond) memperkenalkan VAR tahun 2010. Kemudian, mereka memberitahukan pada FIFA, Eredivisie tahun 2012-13 memulai dengan menggunakan VAR.
Artikel Terkait
Erick Thohir: Jalan Timnas Menuju Olimpiade Paris 2024 Masih Terbuka
Setelan Putih Impian Victoria Beckham dalam Koleksi Mango Memberi Kesan Meghan Markle
Nike Pakai Robot AI dan Teknologi Inovatif Menciptakan Bra Olahraga
Lima Besar Pembalap MotoGP Tercepat di Tes Resmi Jerez
Model Kolombia Erica Correa Taklukkan Marcus Rashford