Soal VAR, Bukan Bermaksud Menggugat ...

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 1 Mei 2024 | 19:00 WIB
Sejatinya VAR alias Video Assistant Referee adalah sistem yang berfungsi membantu wasit untuk mendekati keadilan.
Sejatinya VAR alias Video Assistant Referee adalah sistem yang berfungsi membantu wasit untuk mendekati keadilan.

  • M. Nigara
    Wartawan Sepak Bola Senior

SportlinkNews - Jauh sebelum FIFA memutuskan VAR 2016 diberlakukan, banyak terjadi protes atas keputusan-keputusan wasit dalam berbagsi pertandingan sepak bola. Bahkan, tidak jarang karena kecurigaan atas prilaku wasit, kerusuhan besar terjadi.

Secara teori, VAR alias Video Assistant Referee adalah sistem yang berfungsi membantu wasit untuk mendekati keadilan. Dengan begitu, VAR diharapkan bisa mengurangi ketidakpuasan semua pihak pada kinerja wasit dan dua asisten wasit. Ya, VAR adalah mata ketiga dalam setiap pertandingan.

Pertanyaannya, benarkah VAR bisa mendekati keadilan bagi semua pihak? Jawabnya tentu tidak mudah. Mengapa?

Baca Juga: Pemain Uzbekistan Ketahuan Menghirup Zat Aneh untuk Taklukkan Timnas U-23 Indonesia

Ternyata VAR itu sendiri masih dijalankan oleh seorang asisten wasit. Padahal, jika ide VAR itu untuk mendekati keadilan, harusnya tidak lagi ada wasit atau siapa pun yang mengoperasikannya.

Secara berseloroh ada pihak yang mengatakan, wasit VAR-lah penentu kemenangan salah satu tim.

Ya, ini hanya ungkapan bagi mereka yang timnya secara kasat mata malah dirugikan oleh kinerja VAR itu sendiri.

Baca Juga: Yolla Yuliana dan Aulia Suci Gagal Jejaki Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea

Intinya, tetap manusia yang mengendalikan segalanya. Intinya lagi, patut dapat diduga like and dislaike tetap bisa terjadi.

Ditolak FIFA
Adalah Josepp Blatter, Presiden FIFA 1998-2015, secara tegas menolak program VAR. Saat itu, ada teknisi dari Belanda yang mengajukan alat tersebut, tepatnya 2010 awal.

Blatter mengatakan, sepak bola tidak membutuhkan alat itu. VAR itu dapat menghilangkan 'ruh' sepak bola, kejujuran dan kebersamaan.

Baca Juga: Uber Cup 2024: Tim Indonesia Akui Keunggulan Jepang

"Kalau masih ada orang di balik mesin, tidak ada bedanya dengan cara lama," katanya lagi.

KNVB ( Koninklijke Nederlandse Voetbalbond) memperkenalkan VAR tahun 2010. Kemudian, mereka memberitahukan pada FIFA, Eredivisie tahun 2012-13 memulai dengan menggunakan VAR.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X