“Sebelum berangkat ke Medan, kami sudah pelajari dulu bagaimana sifat dan karakter orang Medan ini. Karena banyak cerita terdengar katanya orang Medan itu terkenal suaranya keras dan menakutkan," ceritanya.
“Saat pertandingan itu memang sudah terasa nuansanya. Bagaimana preasure dari penonton juga emang agak kaget sih karena mungkin memang budayanya juga yang berbeda jadinya kita ya harus adaptasi juga dengan suara keras."
Baca Juga: Gairah Masyarakat Aceh Saksikan Pembukaan PON XXI 2024, Rela Menunggu 4-5 Jam
“Maklumlah, kami ini lemah lembut orangnya, ya jelas kaget ketemu dengan yang seperti ini. Kami menghibur diri saja mencoba agar tidak terpengaruh dan tidak terpancing supaya bisa tetap tenang."
Tia mengaku biasa saja ketika awal pertandingan bertemu dengan tuan rumah Sumut di atas rumput, tepatnya saat 4 hari setiba di Medan.
"Kami tutup saja telinga seolah tidak mendengar suara apa-apa dari suporter pihak lawan.”