Race Director cabor arung jeram, Joni Kurniawan menambahkan jika pihaknya akan memfasilitasi rekan-rekan media untuk melakukan peliputan dengan memenuhi persyaratan safety tentunya. Dengan menggunakan pelampung, helm, dan memberikan penempatan di dekat dengan tim rescue.
"Silakan media melakukan peliputan dengan memenuhi persyaratan safety. Saya akan membantu memfasilitas di posisi mana yang menurut rekan-rekan media untuk melakukan pengambilan gambar/video tanpa diganggung oleh penonton maupun pihak pengamanan," imbuhnya.
Baca Juga: Deja Vu Hentikan Aceh di Stadion Harapan Bangsa
Terkait penyediaan media center di Sungai Mamas, menurut Kepala Dinas Kominfo Aceh Tenggara, Zulfan Harijadi akan diaktifkan kembali dan memberikan akses internet untuk memudahkan pekerjaan awak media untuk pengiriman gambar/video dari venue perlombaan. Ini merespon kesulitan jaringan internat di venue pertandingan.
Sementara itu, Ketua PWI Aceh Tenggara, Sumardi pun mengatakan terima kasih karena pihak panpel PB PON lokal sudah menerima kritik dan saran mereka. Pihaknya juga meminta maaf bila ada kata-kata dari rekan-rekan media yang dinilai mungkin kurang enak terdengar oleh pihak Panpel.
"Kami juga merupakan bagian dari stakeholder pelaksanaan PON di Aceh Tenggara, jadi kami juga ingin turut menyukseskannya. Karena kesuksesan suatu acara juga berasal dari peran medianya melalui pemberitaan. Kami harap setelah peristiwa ini ada perbaikan yang dilakukan oleh PB PON," imbuhnya.
Baca Juga: Jakarta Juara Umum Pacu Kuda, Jatim Kuasai Gantole
Setelah pertemuan yang bersahabat tersebut, kedua belah pihak lalu berjabat tangan sebagai simbolis selesainya masalah sebelumnya.