Sportlinknews - Jawa Timur dan Jawa Barat bakal bentrok di laga pamungkas sepak bola putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Pertandingan final yang memperebutkan medali emas ini akan digelar di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu (18/9). Laga ini diyakini bakal menarik dan menghibur.
Pelatih tim sepak bola putra PON Jawa Timur, Fakhri Husaini mengatakan timnya dalam kondisi siap tempur. Dari 27 pemain yang diboyong ke Aceh, hanya satu pemain yang dipastikan absen yakni Muhammad Rafael lantaran cedera.
Baca Juga: Keselamatan Atlet Prioritas, KONI Tunda Pertandingan Menembak PON XXI Akibat Cuaca Ekstrem
"Tidak ada persiapan khusus atau menugaskan seorang pemain untuk mewaspadai pemain lawan. Sepak bola adalah permainan 11 lawan 11. Kolektivitas tim lebih diutamakan," kata coach Fakhri di media center, Selasa (16/9).
"Pemain lawan yang memasuki area pertahanan kami, itu yang kami jaga dan waspadai. Tidak ada strategi man to man," mantan pemain nasional dan pelatih timnas U-16 itu menambahkan.
Fakhri tidak pernah mengecilkan lawan, apalagi Jabar. Dia justru menilai Jabar lawan yang tangguh dengan materi pemain muda potensial.
Baca Juga: Jateng dan Jabar Berbagi Nomor Sprint R4 Cabor Arung Jeram
"Jabar tim yang komplet dan solid. Mereka bermain dengan penuh kepercayaan diri. Mereka pemain muda potensial. Jadi pertandingan nanti akan menarik," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan pihaknya sudah membaca cara bermain Jabar dari beberapa video pertandingan di PON. Sebaliknya, dia juga menyadari Jabar telah merekam permainan anak asuhnya.
Empat aspek kami siapkan ke pemain seperti aspek fisik, teknik, taktik dan mental, termasuk mental ketika kecolongan lebih awal, kami sudah mempersiapkan semua," pungkasnya.
Baca Juga: Pecahkan Rekornas, Hati Perenang DKI Jakarta Ini Terpatri ke Sulteng
Bagi coach Fakhri ini merupakan pencapaian final PON kedua setelah 2021 di Papua. Ketika itu, dia membawa tim PON Aceh ke final setelah mengalahkan Jatim. Sayang Aceh harus puas meraih medali perak usai dikalahkan Papua di laga puncak.
"Tentu saya berharap bisa mempersembahkan medali emas untuk Jawa Timur sekarang. Kami berharap pertandingan nanti dipimpin wasit berkualitas sebagaimana semifinal kami melawan Aceh," tutur pelatih kelahiran Lhokseumawe 59 tahun silam.