pon-2024

PON XXI 2024, Kado Bangkitnya Aceh Pasca-20 Tahun Tsunami

Jumat, 20 September 2024 | 17:01 WIB
Kontingen Aceh memberi penampilan mengesankan pada PON XXI Aceh-Sumut. (pb pon)

Selain itu juga Hall Anggar dan Gedung PABSI di Komplek SHB, GOR KONI Aceh, Bale Meuseuraya Aceh, dan kolam renang Tirta Raya Banda Aceh. Pemerintah turut pula membenahi Waduk Keuliling Indrapuri dan lapangan tembak Rindam Iskandar Muda serta arena sepatu roda Pantai Pelangi.

Keuntungan bagi Aceh
Keberadaan arena pertandingan dengan standar keolahragaan yang telah ditetapkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memberi keuntungan bagi Aceh.

Selain dijadikan sebagai venue berlaga ketika PON 2024, arena tanding ini di kemudian hari bisa dimanfaatkan oleh induk-induk organisasi cabor menggelar kejuaraan, baik berskala nasional maupun internasional.  

Baca Juga: Hasil Akhir E-sports PON XXI: Medali Emas Terbagi Merata di 5 Provinsi

Infrastruktur olahraga ini melengkapi sejumlah aset bernilai lainnya yang telah terbangun di Aceh termasuk Sibanceh, ruas jalan tol pertama di Bumi Rencong dan menjadi salah satu bagian dari tol Trans Sumatra.

Jalan tol yang menghubungkan Kota Banda Aceh menuju Kabupaten Sigli sejauh 74 kilometer tersebut memangkas waktu perjalanan dari semula 2-3 jam menjadi sekitar 1 jam saja.

Adanya infrastrukur olahraga dan transportasi darat adalah salah sat dari sekian banyak kemudahan yang diterima Aceh dari pemerintah pusat untuk menandai kebangkitan provinsi yang menjalankan syariat Islam tersebut usai dihantam bencana gempa bumi dan tsunami tepat 20 tahun lalu.

Baca Juga: Perolehan Medali PON XXI: Akhirnya, Hattrick Jawa Barat Terwujud

Gempa bermagnitudo 9,1 pada 26 Desember 2004 dengan kategori Sangat Kuat hingga Hebat telah mendatangkan duka tidak hanya bagi masyarakat Aceh saja, namun juga untuk bangsa Indonesia.

Gempa yang juga terasa hingga ke Thailand, Malaysia, Singapura, India, serta Srilanka memunculkan gelombang laut tsunami setinggi 30 meter yang meluluhlantakkan beberapa wilayah di Aceh.

Pemerintah memperkirakan sebanyak 280.000 penduduk Aceh meregang nyawa karena gempa dan tsunami, 500.000 orang kehilangan tempat tinggal dan puluhan ribu bangunan rusak. 

Baca Juga: Aldriani Beatrichx Sugoro, Wanita Tangguh di Ring dan Pejuang Keluarga

Ketika itu masyarakat dunia bersimpati kepada rakyat Aceh dan mengirimkan bantuan dalam berbagai bentuk. Ini tercatat sebagai operasi kemanusiaan terbesar yang pernah digelar oleh dunia.

Tak kurang dari USD6,7 miliar bantuan dunia mengalir deras ke Aceh guna upaya pemulihan, rekonstruksi, dan rehabilitasi pascabencana. Aceh membutuhkan waktu tidak sebentar untuk pulih dan bangkit kembali. 

Profesor Bidang Teknik Hidrolik Fakultas Teknik USK Syamsidik dalam "Aceh Pasca 15 Tahun Tsunami" menjelaskan bahwa peristiwa alam tersebut telah mengubah kehidupan banyak orang di Aceh dan bahkan dunia.

Halaman:

Tags

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB