SportlinkNews - Presiden Prabowo Subianto menyetujui penerapan skema anggaran multiyears untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional secara berkelanjutan dan berorientasi prestasi.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir usai bertemu dengan Presiden di Hambalang, Jumat, 19 Juni 2026.
Baca Juga: Paraguay Menang Tipis, Matias Galarga Cetak Gol Cepat ke Gawang Turki
Dukungan Presiden ini, menurut Erick, menjadi langkah penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan atlet menuju ajang internasional tidak bisa bergantung pada siklus penganggaran tahunan karena membutuhkan kepastian program dalam beberapa tahun ke depan.
"Bapak Presiden juga menanyakan bagaimana persiapan untuk jangka panjang daripada olahraga nasional. Saya bilang ada beberapa hal yang perlu dukungan Bapak, dan beliau langsung menyampaikan dukungan," kata Erick.
Baca Juga: Raphinha Disuruh Keluar Lapangan oleh Ancelotti Saat Duel Brasil vs Haiti, Vinicius Merasa Prihatin
Salah satu poin utama yang dibahas adalah perubahan pola pembiayaan pelatnas menjadi multiyears.
Erick menilai skema tersebut akan memberikan ruang bagi federasi dan pelatih untuk menyusun program pembinaan secara lebih terencana menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
"Tadi Pak Mensesneg dan Pak Seskab langsung akan mem-follow up kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multiyears. Dan Bapak Presiden sepakat," tukasnya.
Baca Juga: Brasil Pimpin Grup C Usai Taklukkan Haiti 3-0, Matheus Cunha Cetak Brace
Erick menambahkan, dukungan tersebut hadir di tengah meningkatnya prestasi atlet Indonesia di berbagai cabang olahraga.
Ia mencontohkan keberhasilan pecatur putri Chelsie Monica yang mampu mengalahkan juara dunia, prestasi pembalap muda Kiandra Ramadhipa di ajang Moto3, hingga potensi besar atlet skateboard berusia 14 tahun, Ni Wayan Malana Fairbrother.
Menurutnya, kemunculan talenta-talenta muda tersebut harus diimbangi dengan sistem pembinaan yang konsisten agar mampu berkembang hingga level tertinggi.
Baca Juga: Pengadilan Banding Prancis Pastikan Achraf Hakimi akan Diadili dalam Kasus Pemerkosaan
Selain menyetujui skema pelatnas multiyears, Presiden Prabowo juga disebut memberi perhatian pada pembangunan ekosistem olahraga nasional secara menyeluruh.
Pemerintah tengah menyiapkan cetak biru pembinaan jangka panjang, termasuk penguatan akademi olahraga sebagai sarana pencarian dan pengembangan bakat usia dini.
Aspek kesejahteraan atlet juga menjadi perhatian. Pemerintah sedang mematangkan regulasi terkait dana pensiun atlet serta peningkatan skema penghargaan bagi peraih prestasi internasional.
Artikel Terkait
13 Cabor Menerima Bantuan Anggaran Pelatnas untuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade 2028
Peluang Penambahan Anggaran Kemenpora TA 2026 Terbuka Lebar
Efisiensi Anggaran Dinilai Ganggu Pelatnas, KOI Minta Dukungan Pemerintah
Komite Olimpiade Indonesia Siap Temui Menkeu Bahas Dampak Pemotongan Anggaran Cabor
Anggaran Menyusut, Kemenpora Tetap Patok Empat Emas di Asian Games 2026