SportlinkNews - Hitung mundur menuju Maybank Marathon 2026 telah dimulai.
Saat sebagian besar pelari memasuki fase tapering dengan mengurangi intensitas latihan, fokus persiapan mulai bergeser dari peningkatan volume latihan menuju pemulihan kondisi tubuh.
Penyelenggara mengingatkan, keberhasilan mencapai garis finis tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik, tetapi juga kemampuan menghadapi berbagai tantangan yang muncul pada hari perlombaan.
Baca Juga: Levi's Gandeng ROSE dan Shai untuk Kampanye Global Keep it Loose
Sebagai ajang lari pertama di Indonesia yang menyandang status Elite Label Road Race dari World Athletics, Maybank Marathon memiliki karakter lintasan yang khas.
Kombinasi elevasi, cuaca tropis, dan tingkat kelembapan tinggi membuat pelari dituntut menyusun strategi matang agar mampu menjaga performa hingga garis akhir.
Project Director Maybank Marathon, Bambang Irawan, mengatakan pekan-pekan terakhir sebelum lomba seharusnya dimanfaatkan untuk memastikan tubuh dan mental benar-benar siap, bukan lagi menambah beban latihan.
Baca Juga: Semifinal Persib vs Persija Dongkrak Rating Piala Presiden 2026
"Pada pekan-pekan terakhir menjelang marathon, fokus pelari seharusnya bukan lagi menambah porsi latihan, melainkan memastikan tubuh dan pikiran siap menghadapi berbagai kondisi di race day," ujarnya di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
"Melalui Road to Maybank Marathon bersama adidas Indonesia, kami ingin membantu pelari memahami tantangan tersebut agar mereka dapat Train Smart. Race Safe. Finish Strong," lanjutnya.
Penyelenggara pun membagikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian para peserta menjelang race day.
Baca Juga: Piala Presiden 2026 Tak Hanya Soal Sepak Bola, UMKM Ikut Tumbuh
Persiapan pertama adalah memahami karakter lintasan dan cuaca di Bali. Suhu yang terus meningkat setelah matahari terbit, tingkat kelembapan tinggi, hingga kemungkinan hujan menjadi faktor yang dapat memengaruhi performa.
Karena itu, pelari dianjurkan berlatih dalam berbagai kondisi cuaca, memilih perlengkapan yang ringan dan cepat kering, serta menyiapkan strategi hidrasi sejak awal lomba tanpa menunggu rasa haus muncul.
Faktor kedua berkaitan dengan kesiapan mental. Pada fase-fase akhir maraton, ketika energi mulai menurun, daya juang sering kali lebih menentukan dibanding kemampuan fisik.
Baca Juga: MotoGP Inggris: Fabio Quartararo Siap Balas Dendam Kegagalan di Silverstone Musim Lalu
Pelari disarankan memvisualisasikan lintasan, menyiapkan strategi pacing dan nutrisi, serta menjaga motivasi dengan berlari bersama teman atau mendengarkan musik saat memasuki fase hitting the wall.
Sementara itu, persiapan ketiga adalah menghindari penggunaan perlengkapan baru pada hari perlombaan. Sepatu, kaus kaki, pakaian, energi gel, hingga minuman isotonik sebaiknya telah diuji saat sesi long run.
Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan risiko lecet, rasa tidak nyaman, maupun gangguan lain yang dapat menghambat performa selama lomba.
Baca Juga: Balsa Nikmati Debut di Piala Presiden, Bidik Trofi Bersama Persib
Artikel Terkait
Ultra Marathon Run To Care Kembali Digelar Tempuh 150Km Keliling Jakarta
Pola Pelari Marathon Elite: Tak Ada Pola Hentakan Kaki Terbaik, Hanya yang Paling Efisien dan Aman
11.500 Pelari Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025, Perputaran Uang Tembus Rp74 Miliar
SEA Games 2025: Atletik Indonesia Borong Empat Emas Marathon dan Jalan Cepat 20 Km
Atletik Indonesia Panen Emas di SEA Games 2025, Marathon dan Jalan Cepat Berjaya