SportlinkNews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan akan melakukan peninjauan ulang terhadap daftar cabang olahraga dan nomor pertandingan yang sebelumnya ditetapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebelumnya telah menetapkan 67 cabang olahraga untuk dipertandingkan.
Namun, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir usai Rapat Koordinasi di Kemenpora, Selasa, 23 Juni 2026, menegaskan komposisi tersebut belum bersifat final dan masih sangat mungkin berubah.
Baca Juga: Hanya Butuh Satu Poin, Korea Selatan Tetap Targetkan Menang Lawan Afrika Selatan
Menurutnya, setiap keputusan harus kembali merujuk pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah menetapkan cabang-cabang olahraga prioritas menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Pemerintah ingin memastikan PON benar-benar menjadi bagian dari sistem pembinaan, bukan sekadar ajang kompetisi seremonial.
"Insya Allah pekan depan kami akan duduk bersama KONI untuk memastikan seluruh aturan main dan mekanisme penyelenggaraan. Kami akan meminta KONI melakukan peninjauan kembali agar sesuai dengan 21 cabang olahraga prioritas dalam DBON," kata Erick.
Baca Juga: Skuat Kroasia Bertekad Menang Melawan Panama Demi Penampilan ke-200 Luka Modric
Ia menegaskan, penyelarasan ini penting agar nomor pertandingan yang dipertandingkan di PON memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan pembinaan atlet nasional.
Dengan begitu, jalur prestasi menuju level internasional bisa lebih terukur dan berkesinambungan.
Selain faktor teknis cabang olahraga, Kemenpora juga akan mempertimbangkan aspek anggaran serta kesiapan infrastruktur di daerah penyelenggara.
Baca Juga: Borong Gol Lagi, Erling Haaland Memang Penyerang Berbahaya
Pembagian venue antara NTB, NTT, dan peran DKI Jakarta sebagai daerah pendukung akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing wilayah.
Erick menekankan, sinkronisasi anggaran menjadi hal krusial untuk mencegah persoalan yang pernah muncul pada penyelenggaraan sebelumnya.
Ia menyebut, pemerintah pusat telah memberikan dukungan, namun pelaksanaannya di lapangan masih menyisakan sejumlah catatan administratif.
Baca Juga: Bangkok United Umumkan Perpisahan dengan Pratama Arhan
"Kami tidak ingin di kemudian hari muncul persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal," tegasnya.
Lebih jauh, Erick menyebut pemerintah dan para gubernur sepakat untuk memastikan PON 2028 dipersiapkan secara matang, baik dari sisi teknis maupun tata kelola.
Ia menekankan pentingnya penyelenggaraan yang tidak menyisakan beban masalah setelah event berakhir.
Baca Juga: Football Medical Workshop 2026 Jadi Ajang Peningkatan Kualitas Pelayanan Medis di Cabor Sepak Bola
"PON 2028 harus berjalan baik, bukan hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga secara administratif. Semua arahan Presiden harus bisa dijalankan," ucapnya.
Ke depan, Kemenpora juga berharap KONI memiliki standar yang lebih tegas dalam pengaturan perpindahan atlet, cabang olahraga, hingga sistem kompetisi.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga ekosistem pembinaan yang sehat dan berkelanjutan dalam olahraga nasional.
Artikel Terkait
Arung Jeram Resmi Kembali Masuk PON 2028, NTT Jadi Tuan Rumah Pertandingan
PB FAJI Gerak Cepat Siapkan Venue dan Persiapan Awal Arung Jeram di PON 2028
Persiapan PON 2028 dan Asian Games 2026 Jadi Sorotan Raker Kemenpora-DPR
Budiana Soroti Catatan PON Aceh-Sumut, Minta PON 2028 Lebih Profesional
SK Penetapan Diterima, Jakarta, NTT, dan NTB Resmi Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028