SportlinkNews - Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dinilai masih menyisakan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi dunia olahraga Indonesia.
Meski mengakui ajang tersebut berjalan dengan berbagai capaian positif, Ketua KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana, menilai masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi untuk penyelenggaraan PON berikutnya.
Menurut Budiana, Indonesia sebenarnya telah memiliki pengalaman panjang dalam menggelar pesta olahraga nasional.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Kian Siap, Herdman Buka Peluang Starter Lawan Oman.
PON Aceh-Sumut 2024 merupakan edisi ke-21 sejak ajang tersebut pertama kali diselenggarakan, sehingga semestinya berbagai pengalaman masa lalu dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan.
Namun, ia melihat masih terdapat sejumlah persoalan yang kerap muncul dari satu penyelenggaraan ke penyelenggaraan berikutnya.
"Ada banyak hal yang bisa dievaluasi. PON Aceh-Sumut adalah PON ke-21 yang diselenggarakan di Indonesia. Artinya, kita sudah memiliki pengalaman yang panjang, tetapi masih ada beberapa kekurangan yang terus muncul dan perlu diperbaiki," kata Budiana.
Baca Juga: Demi Kepercayaan Publik, Timnas Indonesia Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Menurutnya, perlu peningkatan kualitas tata kelola, kesiapan infrastruktur, hingga koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi aspek yang perlu terus diperkuat menjelang berikutnya, PON XXII 2028.
Ia berharap berbagai catatan yang muncul pada PON 2024 dapat menjadi bahan pembelajaran bagi tuan rumah berikutnya, yakni Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang akan menjadi tuan rumah PON berikutnya.
Budiana menekankan bahwa penyelenggaraan multievent sebesar PON tidak hanya berkaitan dengan suksesnya pelaksanaan acara, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas kompetisi dan proses pembinaan atlet nasional.
Baca Juga: John Herdman Ungkap Alasan Mees Hilgers Ikut Latihan Timnas Indonesia
Karena itu, persiapan yang matang dinilai menjadi faktor penting untuk menghasilkan kompetisi yang lebih baik sekaligus mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi.
"Harapan kami, berbagai kekurangan yang ada bisa ditekan dan diminimalkan pada PON berikutnya. Kita tentu ingin melihat penyelenggaraan PON yang semakin rapi, lancar, dan profesional," ujarnya.
Menurutnya, meski tidak ada penyelenggaraan yang sempurna, Indonesia harus terus meningkatkan standar pelaksanaan PON agar sejalan dengan perkembangan olahraga modern.
Baca Juga: Anggaran Menyusut, Kemenpora Tetap Patok Empat Emas di Asian Games 2026
Dengan pengalaman yang semakin panjang, ia optimistis penyelenggaraan PON di masa mendatang dapat berlangsung lebih baik dan memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga prestasi Indonesia.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Persiapan PON 2028 Dikebut, KONI Serahkan Laporan ke Menpora
Komisi III DPD RI Desak Percepatan SK Tuan Rumah PON 2028 NTT-NTB
Arung Jeram Resmi Kembali Masuk PON 2028, NTT Jadi Tuan Rumah Pertandingan
PB FAJI Gerak Cepat Siapkan Venue dan Persiapan Awal Arung Jeram di PON 2028
Persiapan PON 2028 dan Asian Games 2026 Jadi Sorotan Raker Kemenpora-DPR