SportlinkNews - Pemerintah mulai memperluas strategi pembangunan olahraga Indonesia dengan menggandeng salah satu institusi pendidikan olahraga terkemuka di dunia.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi menjalin kerja sama dengan Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi ekosistem olahraga nasional menuju industri yang lebih modern dan berdaya saing global.
Baca Juga: Indonesia Buka Leg Kedua SEA V League 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dengan Dekan NYU School of Professional Studies, Angie Kamath, di New York, Selasa, 21 Juli waktu setempat.
Kolaborasi ini mencakup berbagai bidang, mulai dari diplomasi olahraga, pendidikan manajemen olahraga, pengembangan kepemudaan, hingga riset dan inovasi.
Tak hanya itu, kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi atlet-atlet berprestasi Indonesia untuk menempuh pendidikan di Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University.
Baca Juga: Ini Biang Kerok yang Bikin Francesco Bagnaia Terlambat Panas di MotoGP 2026
Menurut Erick, pembangunan olahraga Indonesia tidak lagi cukup hanya berorientasi pada peningkatan prestasi di arena pertandingan.
Ia menilai penguatan ekosistem menjadi fondasi penting agar olahraga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi bangsa.
"Ketika Presiden Prabowo menunjuk saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, salah satu prioritas utama saya adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan ekosistem olahraga Indonesia berkembang," katanya.
Baca Juga: Alwi Farhan Petik Pelajaran Berharga dari Kekalahan di China Open 2026
Ia menjelaskan, paradigma olahraga saat ini telah berubah. Selain melahirkan atlet berprestasi, sektor ini juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, investasi, hingga pengembangan industri pendukung.
"Olahraga bukan sekadar tentang mengembangkan potensi atlet dan memenangkan kompetisi," ungkap Erick.
"Olahraga juga telah menjadi industri yang kuat yang menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempromosikan masyarakat yang lebih sehat," tambahnya.
Baca Juga: Iker Lecuona Perpanjang Kontrak dengan Ducati, Bersiap Bikin Kejutan Baru
Karena itu, Kemenpora terus mendorong lahirnya iklim yang lebih kondusif bagi pertumbuhan industri olahraga, termasuk sektor sport tourism.
Erick berharap cara pandang masyarakat terhadap olahraga ikut berubah, dari yang semula dianggap sebagai beban anggaran menjadi sektor produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi.
"Tujuan kami jelas, yakni menciptakan ekosistem olahraga yang lebih terbuka dan ramah investasi, mendorong pertumbuhan industri olahraga dan pariwisata olahraga, serta mengubah cara pandang masyarakat Indonesia terhadap olahraga," tuturnya.
Baca Juga: Sporting CP Bidik Pemain Socceroos Nestory Irankunda Senilai 22 Juta Euro
"Olahraga tidak lagi dipandang sebagai sumber pengeluaran, tetapi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sebagaimana telah terbukti di Amerika Serikat," lanjut Erick.
Kerja sama dengan NYU juga diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.
Erick membuka peluang agar universitas tersebut mengembangkan program akademik di Indonesia, khususnya pada bidang bisnis olahraga, manajemen olahraga, dan disiplin ilmu lain yang mendukung perkembangan industri olahraga.
Baca Juga: Fajar/Fikri Jadikan Tekanan sebagai Motivasi Jelang 16 Besar China Open 2026
Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga profesional di sektor tersebut akan terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan industri olahraga nasional.
"Kebutuhan Indonesia akan tenaga profesional di bidang bisnis dan manajemen olahraga terus meningkat. Saya yakin New York University dapat membantu menyiapkan generasi baru pemimpin olahraga Indonesia," imbuhnya.
Erick menegaskan Kemenpora siap memberikan dukungan apabila NYU berminat menghadirkan program pendidikan profesional di Indonesia.
Baca Juga: China Open 2026: Rachel/Febi Curi Perhatian, Febriana/Meilysa Gagal Melaju
Artikel Terkait
Kritisi Permenpora Nomor 14/2024, LaNyalla: Bisa Jadi Masalah Ekosistem Olahraga Nasional
Menpora Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Bangun Ekosistem Olahraga Nasional
MEGAKU Membangun Ekosistem Olahraga Menuju Indonesia Emas 2045
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga Amerika Serikat untuk Perkuat Pembinaan Atlet
Kemenpora Siap Gelar Indonesia Sports Summit 2026, Perkuat Ekosistem Olahraga