Fajar/Fikri Jadikan Tekanan sebagai Motivasi Jelang 16 Besar China Open 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 22 Juli 2026 | 22:00 WIB
Unggulan kedua Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tidak mau menganggap remeh calon lawan mereka di 16 besar China Open 2026, meski bukan unggulan.
Unggulan kedua Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tidak mau menganggap remeh calon lawan mereka di 16 besar China Open 2026, meski bukan unggulan.

SportlinkNews - Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bersiap menghadapi tantangan baru di babak 16 besar China Open 2026.

Setelah melewati hadangan pasangan tuan rumah pada laga pembuka, unggulan kedua itu akan berjumpa ganda Jepang, Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, untuk memperebutkan tiket perempat final.

Pertemuan tersebut akan menjadi yang pertama bagi kedua pasangan. Meski di atas kertas lebih diunggulkan, Fajar/Fikri memilih tidak memandang enteng lawan yang kini menempati peringkat ke-32 dunia tersebut.

Baca Juga: Sporting CP Bidik Pemain Socceroos Nestory Irankunda Senilai 22 Juta Euro

Di tengah status sebagai juara bertahan China Open sekaligus juara Japan Open 2026, Fikri mengakui ekspektasi terhadap mereka memang meningkat.

Namun, ia menegaskan tekanan tersebut tidak ingin dijadikan beban, melainkan motivasi untuk terus mempertahankan performa terbaik.

"Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang. Kami tidak mau terlalu melebih-lebihkan rasanya, ambil saja positifnya untuk semakin termotivasi dan percaya diri," ujar Fikri.

Baca Juga: Manchester United Kenalkan Jersey Tandang Terbaru untuk Musim 2026/27

Bagi Fajar, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menghadapi lawan di lapangan, tetapi juga menjaga kondisi tubuh setelah menjalani rangkaian turnamen secara beruntun.

Ia menilai pemulihan fisik menjadi faktor penting agar performa tetap terjaga sepanjang kompetisi.

"Turnamen back to back, turnamen kedua dan ketiga itu tidak mudah, apalagi di turnamen pertama kemarin sampai babak akhir. Harus ekstra recovery, dari pola makan, vitamin dan juga istirahat," ungkapnya.

Baca Juga: Persib Geber Persiapan Menuju Piala Presiden 2026, Igor Tolic Isyaratkan Rotasi Pemain

"Dengan bantuan tim PBSI mulai fisioterapis sampai sport recovery, alhamdulillah sampai sekarang berjalan dengan baik."

Selain pemulihan fisik, Fajar menilai kesiapan mental juga memiliki peran besar.

Menurutnya, menjaga pikiran tetap rileks dan tidak terbebani hal-hal di luar pertandingan menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan konsistensi permainan.

Baca Juga: Gagal di Final Piala Dunia 2026, Lionel Scaloni Sebut Messi Belum Bakal Pensiun

"Selain itu pastinya menjaga pikiran, harus selalu fresh dan enjoy. Hal-hal yang di luar turnamen dikesampingkan dulu karena itu kadang menguras energi," tuturnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X