China Open 2026: Rachel/Febi Curi Perhatian, Febriana/Meilysa Gagal Melaju

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 22 Juli 2026 | 21:10 WIB
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengawali China Open 2026 dengan hasil mengejutkan. Tumbangkan unggulan dua tuk raih tiket 16 besar, Rabu, 22 Juli.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengawali China Open 2026 dengan hasil mengejutkan. Tumbangkan unggulan dua tuk raih tiket 16 besar, Rabu, 22 Juli.

SportlinkNews - Pasangan ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengawali China Open 2026 dengan hasil mengejutkan.

Tampil pada babak pertama di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Rabu, 22 Juli, Rachel/Febi berhasil menyingkirkan unggulan kedua asal Tiongkok, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dalam dua gim langsung 24-22, 21-17.

Kemenangan tersebut menjadi pembalasan manis setelah Rachel/Febi sebelumnya dua kali gagal meraih hasil positif.

Baca Juga: Herdman Puas dengan Progres Timnas Indonesia, Garuda Siap Hadapi ASEAN Championship

Kali ini, mereka tampil lebih berani sejak awal pertandingan dengan mengandalkan permainan menyerang untuk menekan pasangan tuan rumah.

Febi mengatakan evaluasi dari dua pertemuan sebelumnya menjadi bekal penting dalam menyusun strategi menghadapi unggulan kedua tersebut.

"Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini, jadi tadi dari awal coba langsung meningkatkan hawa mainnya dan fokus untuk menyerang duluan," ungkapnya.

Baca Juga: Debut Yann Mabella Terasa Istimewa: Cetak Gol dan Rasakan Atmosfer Bonek-Bonita

Rachel menambahkan kondisi lapangan yang dipengaruhi angin menjadi salah satu tantangan tersendiri.

Namun, mereka mampu mengantisipasi perubahan arah shuttlecock dengan menyesuaikan pola permainan, baik saat bermain melawan maupun mengikuti arah angin.

"Dengan kondisi lapangan yang berangin kami bisa memanfaatkan situasi itu. Kami sudah tahu harus bermain seperti apa baik saat kalah ataupun menang angin. Puji Tuhan bisa berjalan dengan baik hari ini," ujarnya.

Baca Juga: Luquinhas Perkuat Skuat Persita Mengarungi Super League 2026/27

Sementara itu, hasil berbeda dialami pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Menghadapi unggulan keenam asal Korea Selatan, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, mereka harus mengakhiri perjuangan setelah kalah melalui pertarungan tiga gim 21-17, 20-22, 13-21.

Febriana mengungkapkan mereka sebenarnya telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi kondisi lapangan yang berangin.

Baca Juga: Manchester United Kenalkan Jersey Tandang Terbaru untuk Musim 2026/27

Pergantian sisi lapangan membuat pola permainan harus terus disesuaikan dan rencana tersebut sempat berjalan sesuai harapan hingga akhir gim kedua.

Namun, kegagalan memanfaatkan momentum saat unggul menjadi titik balik pertandingan.

Sejumlah pengembalian yang kurang akurat justru memberikan keuntungan bagi lawan hingga akhirnya pasangan Korea mampu membalikkan keadaan.

Baca Juga: Persija Boyong Nadeo Argawinata dari Borneo FC Hingga Musim 2031

"Dari awal kami sudah mempersiapkan mau main seperti apa karena memang lapangan di sini berangin," imbuh Febriana.

"Harus ada perubahan pola di setiap gim. Sampai gim kedua sebenarnya sudah berjalan benar, tetapi di poin-poin akhir banyak pengembalian kami yang kurang tepat dan itu menjadi bumerang," lanjutnya.

Ia juga mengakui kualitas lawan yang mampu menjaga tekanan sepanjang pertandingan. Menurutnya, mereka seharusnya lebih sabar saat menyerang agar tidak kehilangan kontrol permainan.

Baca Juga: Presiden FIGC Tegaskan Negosiasi dengan Pep Guardiola Masih Tahap Awal

"Pasangan Korea memang bermain sangat kuat. Kami harusnya bisa menjaga momentum, terus menyerang tetapi tetap sabar, tidak boleh terlalu bernafsu atau terburu-buru," pungkasnya

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X