Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak mendapatkan hak mereka untuk belajar, bermain, dan berkembang secara optimal.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, menilai simbol kartu merah memiliki makna yang kuat dalam menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat.
"Sama seperti kartu merah yang mengakhiri pelanggaran di lapangan hijau, kita harus menghentikan praktik pekerja anak di kehidupan nyata. Setiap anak berhak untuk bermain, belajar, tumbuh, dan bebas dari segala bentuk eksploitasi," tuturnya.