SportlinkNews - Terbitnya Surat Keputusan (SK) Penetapan Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 menjadi penanda dimulainya tahap persiapan yang lebih konkret.
Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta kini dapat bergerak lebih cepat untuk menyusun berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Setelah status tuan rumah resmi dikantongi, ketiga daerah kini mulai menyusun langkah strategis menuju pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.
Baca Juga: Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Lazio
Dalam rapat persiapan yang digelar di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pemerintah menetapkan NTB dan NTT sebagai tuan rumah utama PON XXII/2028.
Sementara itu, DKI Jakarta akan berperan sebagai daerah pendukung dalam penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa arah persiapan PON 2028 akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang mengutamakan efisiensi dan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia.
Baca Juga: Alami Cedera Parah, Nico Schlotterbeck Tolak Tinggalkan Skuad Jerman
Menurutnya, fokus utama bukan membangun arena baru, melainkan meningkatkan kualitas venue yang telah ada agar memenuhi standar pelaksanaan pertandingan.
"Presiden menekankan tidak ada pembangunan venue baru. Yang dilakukan adalah perbaikan dan peningkatan fasilitas yang sudah ada," tegas Erick.
Untuk mendukung proses tersebut, Kemenpora akan berkoordinasi dengan berbagai kementerian, termasuk KemenPU, Kemenkeu, dan Kemendagri guna memastikan kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi sesuai perencanaan.
Baca Juga: Lionel Messi Mengaku Terlalu Lelah untuk Ingat Gol Favoritnya di Piala Dunia
Bagi NTB, keluarnya SK tersebut menjadi sinyal dimulainya tahapan penganggaran yang lebih terarah. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyebut keputusan itu memberikan keuntungan berupa waktu persiapan yang lebih panjang.
Ia menilai kepastian status tuan rumah sangat penting karena menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun program, anggaran, dan koordinasi lintas sektor menuju 2028.
"Semakin cepat SK diterbitkan, semakin panjang waktu persiapan yang kami miliki," ujarnya dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi Pelaksanaan PON 2028 di Kemenpora, Selasa, 23 Juni 2026.
Baca Juga: Evaluasi Lini Depan, Persib Bandung Depak Sergio Castel
Iqbal menambahkan, NTB sejatinya tidak memulai dari nol. Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi tersebut telah berkali-kali menjadi tuan rumah event berskala nasional maupun internasional.
Pengalaman menggelar Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas), Pocari Run, hingga MotoGP Mandalika dianggap menjadi modal berharga dalam menyiapkan PON.
Di sisi lain, NTT juga mulai mematangkan langkah dari aspek pembiayaan dan konsep penyelenggaraan.
Baca Juga: Football Medical Workshop 2026 Jadi Ajang Peningkatan Kualitas Pelayanan Medis di Cabor Sepak Bola
Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar yang akan digelontorkan secara bertahap hingga 2028.
NTT merancang konsep penyelenggaraan yang melibatkan banyak wilayah. Sekitar 14 kabupaten dan kota direncanakan menjadi lokasi pertandingan, sehingga manfaat ekonomi dan pembangunan tidak hanya terpusat di satu daerah.
Selain mengejar sukses penyelenggaraan dan prestasi, NTT juga ingin menjadikan PON sebagai etalase pariwisata daerah.
Baca Juga: Deschamps Sangsi Mbappe Punya Karier Sepanjang Messi dan Ronaldo
Dengan melibatkan banyak wilayah dan destinasi unggulan, ajang ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi wisata NTT dan NTB ke tingkat nasional.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta hanya berperan sebagai daerah pendukung yang menyediakan fasilitas penyelenggaraan.
Adapun pelaksanaan utama, termasuk penentuan lokasi pertandingan, tetap menjadi kewenangan Kemenpora bersama pihak terkait.