SportlinkNews - Komite Olimpiade Indonesia mempelajari model pengembangan ekosistem olahraga nasional yang terintegrasi, mulai dari pembinaan atlet usia dini, tata kelola organisasi, sistem pendanaan, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Pembelajaran tersebut diperoleh melalui program International Visitor Leadership Program (IVLP) yang diselenggarakan Pemerintah Amerika Serikat.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menilai Amerika Serikat layak menjadi referensi dalam pengembangan olahraga prestasi.
Baca Juga: MotoGP Jerman Jadi Arena Bagi Ducati untuk Menyalip Aprilia
Menurutnya, keberhasilan Negeri Paman Sam yang konsisten bersaing di papan atas klasemen Olimpiade tidak lepas dari sistem pembinaan yang dibangun secara menyeluruh.
"Indonesia merupakan negara besar dengan populasi sekitar 280 juta jiwa. Kita memiliki potensi yang sangat besar," ujar Okto, Selasa, 7 Juli 2026.
"Melalui IVLP, kami melihat bagaimana Amerika Serikat membangun jalur pembinaan atlet sejak proses pencarian bakat hingga level elite, yang didukung ekosistem olahraga dan industri yang sangat kuat," katanya.
Baca Juga: Enam Klub Jadi Pelopor Liga Putri 2026, Tahun Pertama Uji Coba
Delegasi NOC Indonesia mengikuti program IVLP pada 18-29 Juni 2026 dengan mengunjungi empat negara bagian, yakni Chicago, Indianapolis, Colorado Springs, dan Los Angeles.
Selain Okto, rombongan juga diisi Bendahara Tommy Hermawan Lo, anggota Komite Eksekutif Josephine Tampubolon, Krisna Bayu, dan Greysia Polii, Wakil Sekretaris Jenderal Cresida Mariska.
Kemudian, Direktur Tim Indonesia Richard Sam Bera, Safeguarding Officer Tabitha Charmaine Sumendap, Project Strategist Tara Talitha, serta Konsultan Media dan Public Relations Brigitha Sesilya.
Baca Juga: Desak Made Resmi Jadi Ranking 1 Dunia Speed Putri
Selama kunjungan, delegasi NOC Indonesia mempelajari berbagai aspek pengelolaan olahraga, mulai dari sistem pembinaan atlet, sport science, anti-doping, sport marketing, hingga kewirausahaan olahraga.
Mereka juga mendalami model pendanaan yang menjadi penopang keberlanjutan ekosistem dan organisasi olahraga di Amerika Serikat.
Menurut Okto, salah satu pelajaran terpenting dari IVLP adalah prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara parsial. Dibutuhkan ekosistem yang saling terhubung dan berjalan berkesinambungan.
Baca Juga: Putri Indonesia Akhiri AVC Cup U-18 2026 di Posisi Tujuh
Ia menilai konsep pembinaan berbasis perguruan tinggi seperti yang diterapkan melalui sistem NCAA layak menjadi salah satu referensi untuk dikembangkan di Indonesia.
Kampus tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan atlet, riset, pengembangan sport science, hingga pembentukan karakter.
Hasil pembelajaran selama program tersebut, lanjut Okto, akan dilaporkan kepada Erick Thohir sebagai bahan kajian dalam menyusun kebijakan pembinaan olahraga nasional yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Persib dan Persija Dominasi Long List Timnas Indonesia ASEAN Championship 2026
"Kami ingin konsep-konsep yang relevan dapat diadaptasi sesuai karakteristik olahraga Indonesia sehingga mampu memperkuat pembinaan jangka panjang," imbuhnya.
Di Indianapolis, delegasi berdiskusi dengan pelatih renang Ray Looze, mengunjungi Indiana University dan Indiana Sports Corp.