ragam

Komite Olimpiade Indonesia Tunda Kongres Pemilihan hingga Maret 2029

Senin, 20 Juli 2026 | 21:36 WIB
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia, Wijaya Noeradi berbicara dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di MOS, Jakarta, Senin, 20 Juli.

SportlinkNews - Komite Olimpiade Indonesia resmi menunda pelaksanaan Kongres yang memuat agenda pemilihan eksekutif hingga Maret 2029.

Penundaan tersebut sebagai upaya menyelaraskan siklus kepengurusan organisasi dengan siklus Olimpiade.

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) 2026 di Kantor NOC, Menara Olahraga Senayan, Jakarta, Senin, 20 Juli. 

Baca Juga: Jelang China Open 2026, Fajar/Fikri Diminta Tak Terlena Gelar Japan Open

RALB yang dihadiri lebih dari tiga perempat anggota itu menetapkan Kongres baru akan digelar sekitar enam bulan setelah Olimpiade Los Angeles 2028 berakhir.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Rapat Anggota 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 9 Mei lalu.

Ketua Pelaksana RALB, Jadi Rajagukguk, mengatakan penyesuaian jadwal dilakukan agar organisasi dapat memusatkan perhatian pada pembinaan atlet dan persiapan kontingen Indonesia menghadapi berbagai multievent internasional.

Baca Juga: Pesan Emosional Luis de la Fuente Usai Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Menurut dia, langkah tersebut juga memastikan agenda organisasi tidak terganggu oleh proses pemilihan kepengurusan.

"Selain membahas kesiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, RALB 2026 juga mengesahkan penggunaan klausul pengecualian terkait penyelenggaraan Kongres serta menetapkan jadwal pelaksanaannya pada Maret 2029," kata Jadi.

"Rapat juga memutuskan membentuk tim penyempurnaan AD/ART yang terdiri dari unsur anggota dan para pakar agar tata kelola organisasi semakin kuat."

Baca Juga: Legawa Terima Kekalahan di Final Piala Dunia 2026, Scaloni Sebut Spanyol Sangat Pantas Juara

Ia menegaskan keputusan tersebut bukan berarti memperpanjang masa jabatan Ketua Umum maupun jajaran pengurus NOC Indonesia.

Menurutnya, yang disesuaikan hanyalah waktu pelaksanaan Kongres agar sejalan dengan padatnya kalender olahraga internasional.

"Yang diputuskan bukan memperpanjang masa jabatan, tetapi menyesuaikan waktu penyelenggaraan Kongres. Kalender olahraga internasional hingga Olimpiade Los Angeles 2028 sangat padat," ungkap Jadi lagi. 

Baca Juga: Sempurnakan Gelar Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Cetak Sederet Rekor Sekaligus

"Tahun ini Indonesia menghadapi Asian Games, dilanjutkan SEA Games pada tahun berikutnya, berbagai multievent internasional sepanjang 2027, hingga puncaknya Olimpiade Los Angeles 2028," lanjutnya. 

"Karena itu, anggota berpandangan Kongres lebih tepat dilaksanakan setelah Olimpiade selesai agar organisasi dapat memusatkan perhatian pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi Indonesia." 

Penundaan tersebut ditempuh melalui penggunaan klausul pengecualian.

Baca Juga: Kericuhan Usai Final Piala Dunia 2026, Otamendi Semprot Rodri Akibat Pernyataan Laporte

Sebab, AD/ART yang berlaku sebelumnya hanya mengatur penundaan Kongres paling lama satu tahun, sedangkan mayoritas anggota menginginkan Kongres digelar setelah siklus Olimpiade berakhir.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Wijaya Noeradi, menjelaskan penyelarasan siklus kepengurusan dengan Olimpiade merupakan praktik yang lazim diterapkan dalam Gerakan Olimpiade.

Menurutnya, pola tersebut membuat organisasi dapat bekerja penuh selama satu siklus tanpa terganggu agenda pemilihan.

Baca Juga: Spanyol dan Palestina Menang, Argentina dan Korupsi Kalah

Halaman:

Tags

Terkini

Geger ... Ronaldo Jadi Sopir Madonna ke Stadion

Senin, 20 Juli 2026 | 06:37 WIB

Ternyata Aktris Ini Rahasia Mbappe Moncer

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:56 WIB

Model Ini Kesal Suaminya Ditampar Jude Bellingham

Minggu, 19 Juli 2026 | 08:45 WIB

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB