SportlinkNews - Enam bulan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Komite Olimpiade Indonesia mulai mengunci berbagai detail operasional yang akan menjadi penopang performa atlet di Jepang.
Fokusnya bukan lagi sekadar persiapan pertandingan, melainkan memastikan seluruh kebutuhan kontingen berjalan tanpa celah sejak hari pertama kedatangan.
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, bersama Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu memimpin langsung kunjungan kerja ke Jepang guna memastikan kesiapan fasilitas pendukung Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Baca Juga: Tak Terkalahkan di Lima Laga, Swiss Siap Patahkan Rekor Buruk Lawan Argentina
Peninjauan tersebut dilakukan guna memetakan kesiapan venue, akomodasi, layanan kesehatan, hingga sistem logistik yang akan menunjang perjuangan kontingen Merah Putih selama pesta olahraga terbesar di Asia berlangsung.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan atlet Indonesia dapat bertanding dalam kondisi ideal tanpa terbebani persoalan di luar arena.
Berbagai aspek mulai dari tempat tinggal, layanan kesehatan, transportasi, hingga sistem pemulihan fisik menjadi bagian dari agenda evaluasi.
Baca Juga: Jose Mourinho Tekankan Kultur Kerja Keras di Real Madrid
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Indonesia lebih dulu bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.
Pertemuan itu difokuskan pada penguatan koordinasi antarlembaga agar seluruh kebutuhan kontingen dapat ditangani secara cepat selama berada di Jepang.
Menurut Okto, keberhasilan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh kualitas latihan dan kemampuan atlet, tetapi juga oleh kesiapan sistem pendukung yang bekerja di belakang layar.
Baca Juga: Lando Norris Ungkap Keinginannya Tandem dengan Valentino Rossi di Balap Le Mans 24 Jam
Ia menilai atlet membutuhkan lingkungan yang nyaman dan terorganisasi dengan baik agar dapat mengalihkan seluruh energi mereka untuk mengejar prestasi.
"Kami ingin atlet datang ke Jepang dengan rasa tenang dan keyakinan penuh. Tugas kami adalah memastikan semua kebutuhan mereka telah dipersiapkan sehingga fokus utama tetap pada pertandingan," ujarnya.
Selain koordinasi kelembagaan, tim NOC Indonesia dan CdM juga melakukan inspeksi ke sejumlah fasilitas yang masuk dalam rencana operasional kontingen.
Baca Juga: Thomas Tuchel Tuntut Skuad Inggris Bermain Tanpa Rasa Takut
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah JRA Equestrian Park di Tokyo yang akan menjadi arena cabang olahraga berkuda.
Delegasi juga mengunjungi Nagoya Kyoritsu Hospital yang diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan atlet Indonesia selama Asian Games berlangsung.
Tak hanya itu, fasilitas pemulihan yang dilengkapi sauna dan jacuzzi turut masuk dalam daftar pemeriksaan guna mendukung proses recovery atlet di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Baca Juga: Dua Kali Gagal, Lionel Messi Masih Eksekutor Utama Penalti Argentina
Sejumlah opsi athletes village serta akomodasi alternatif juga dipelajari secara detail.
Faktor kenyamanan, akses transportasi, dan efisiensi waktu tempuh menuju venue menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi terbaik bagi kontingen Indonesia.
Todotua Pasaribu mengatakan kunjungan awal ini menjadi tahap krusial untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang harus diselesaikan jauh sebelum keberangkatan tim.
Artikel Terkait
Sukses Bawa Indonesia Juara AVC Men's Cup, PBVSI Pertahankan Reidel Toiran hingga Asian Games 2026
Indonesia Proyeksikan Kirim Sekitar 600 Personel ke Asian Games 2026
Pemerintah Bidik Empat Emas di Asian Games 2026, Siapkan Dukungan Penuh Kontingen
Tim Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Piala Dunia Bekal Menuju Asian Games 2026
Menuju Asian Games 2026, Timnas Basket 3x3 Asah Permainan di Challenger Batam dan Taiwan