"Esensi utamanya adalah menyelaraskan siklus kepengurusan dengan siklus Olimpiade. IOC sendiri juga melaksanakan pemilihan Presiden setelah Olimpiade Paris 2024, di awal 2025," ujarnya.
"Dengan pola ini, organisasi dapat fokus pada persiapan Olimpiade tanpa terganggu agenda pemilihan. Pendekatan tersebut juga telah dikonsultasikan kepada IOC dan mendapat dukungan," tambah Wijaya.
Baca Juga: Peringkat Piala Dunia 2026: Spanyol Juara, Argentina Runner-up, Portugal Berapa?
Ia juga memastikan keputusan tersebut tidak mengubah struktur kepengurusan maupun isi AD/ART organisasi. Selama masa penyesuaian, kepengurusan yang ada tetap menjalankan mandat hingga Kongres berlangsung pada Maret 2029.
Sementara itu, Ketua Dewan Etik NOC Indonesia Anthony C. Sunarjo menilai keputusan tersebut memberi ruang bagi organisasi untuk memfokuskan seluruh energi pada pembinaan atlet.
Menurutnya, persiapan menuju Olimpiade idealnya sudah dimulai sedikitnya dua tahun sebelumnya sehingga stabilitas organisasi menjadi faktor penting dalam mengejar target prestasi.
Baca Juga: Begini Cara Yamal Merayakan Kemenangan Piala Dunia dengan Pacar Baru
Selain menetapkan jadwal Kongres, RALB juga menyepakati pembentukan tim penyempurnaan AD/ART.
Tim tersebut akan melibatkan unsur anggota dan para pakar guna menyelaraskan tata kelola organisasi dengan Undang-Undang Keolahragaan, Olympic Charter, serta berbagai regulasi olahraga internasional.