Salah satu kenangan paling berharga adalah saat mereka berjuang bersama membawa Persebaya meraih dua gelar juara.
“Yang tidak bisa dilupakan, tentunya membawa Persebaya juara dua kali bersama beliau,” katanya. Kebersamaan Bejo dan Uston tidak hanya terbatas di dalam lapangan.
Setelah pensiun sebagai pemain, keduanya kembali berjuang bersama di dunia kepelatihan, meniti jalan dari Elite Pro Academy (EPA) hingga menangani tim senior Persebaya.
Baca Juga: Inter Milan Gelar RUPS, Pilih Dua Wajah Baru untuk Jajaran Direksi Klub
Menurut Uston Nawawi, Bejo Sugiantoro adalah sosok yang disiplin, baik saat menjadi pemain maupun ketika beralih ke dunia kepelatihan.
Karakter pantang menyerah selalu ditunjukkan, terutama saat bermain sebagai bek tangguh.
“Apalagi dia pemain belakang. Tahu sendiri, tidak mau kalah, orangnya cukup fight kalau bermain dengan segala kelebihannya,” ujarnya.
Baca Juga: Tyson Fury Dikontak Kepala tinju Arab Saudi untuk Battle of Britain dengan Anthony Joshua
Dengan kepergian Bejo yang mendadak menjadi pukulan berat bagi Uston. Ia mengaku sulit percaya bahwa sosok yang begitu dekat dengannya telah tiada.
“Ya, umur tidak ada yang tahu. Salah satu teman terbaik saya hari ini tidak ada. Kita turut berduka cita, berbelasungkawa, tapi saya yakin, dia husnul khotimah. Karena kita tahu, bagaimana Coach Bejo,” ujar Uston Nawawi.
Artikel Terkait
Legenda Sepak Bola yang Pensiun Pada 2024, Simak Kiprahnya di Piala Dunia FIFA
Legenda Liverpool Alan Hansen Terima Gelar MBE dari Kerajaan Inggris
Legenda Manchester City Tony Book Wafat di Usia 90 Tahun
Denis Law, Legenda Manchester United yang Disegani dan Dijuluki The King