"Tapi insiden-insiden ini terus terjadi dan terkadang terasa seperti kami berjalan di atas bara api selama pertandingan. Itu masalah mentalitas. Ada momen-momen yang sangat positif bagi tim lawan dan sangat negatif bagi kami.
Masalahnya adalah ada perdebatan tentang kriteria, terkadang wasit meniup peluit untuk sesuatu dan terkadang mereka tidak meniup peluit sama sekali.
"Wasit adalah manusia, mereka juga bisa membuat kesalahan, tetapi ini adalah pertandingan yang sangat penting," pungkas pelatih asal Portugal itu.
Mantan pelatih FC Porto itu kehilangan kesabarannya saat wawancara berlangsung dan mengecam reaksi media terhadap masa jabatannya di Milan, yang dimulai pada 30 Desember.
Baca Juga: Dampak Puasa Ramadan Terhadap Performa Olahraga
“Saya menyadari bahwa setiap hari orang membicarakan situasi saya di sini dan masa depan saya, seolah-olah saya baru saja diturunkan di sini," ujarnya.
"Tapi saya menghadapi lima klub Italia yang sangat besar. Saya menghadapi pelatih seperti Sarri dan Pioli yang bertanggung jawab atas tim yang secara teoritis lebih lemah. Saya selalu lolos melawan mereka selain dengan Inter,” geram Conceicao.
Ia mengaku melihat orang membicarakan situasi dirinya. Jadi biarkan mereka menyuruh dirinya pvergi jika mereka mau.
Baca Juga: Kyrie Irving tentang Bermain selama Ramadan: Ada Tuhan yang Melindungi Saya
"Saya tidak menginginkan satu Euro lagi, jadi biarkan saya meyakinkan mereka. Saya tidak datang ke sini begitu saja tanpa tujuan. Saya memenangkan 13 trofi, saya memiliki 100 pertandingan Liga Champions," tegas Conceicao.
"Tetap saja orang membicarakannya dan mengatakan hal-hal jahat, saya punya keluarga dan tetangga yang melihat apa yang terjadi, itu tidak adil."
“Saya minta maaf karena telah sedikit lancang di sana, saya lebih suka berbicara tentang sepak bola.”
Baca Juga: Sumut United FC Juara PNM Liga Nusantara 2024/2025 Redam Tornado FC
Situasi telah banyak berubah sejak Conceicao memenangkan dua pertandingan pertamanya sebagai pelatih dan mengangkat Piala Super Italia di Riyadh, sambil menari di ruang ganti sambil memegang cerutu.
Artikel Terkait
Naturalisasi Emil Audero Cs Dikebut, Target PSSI Rampung Sebelum 7 Maret
PSSI Undang Klub Eropa ke Piala Presiden 2025, Siapa Saja yang Akan Datang?
Jelang Piala Asia U17 2025, Timnas Indonesia U17 Akan Gelar Dua Uji Coba Internasional
Como Tanpa Cesc Fabregas saat Hadapi AS Roma, Eks Real Madrid Jadi Pengganti
PUMA Rilis Koleksi 'Forever' Pack, Hadir dengan Desain Berani dan Futuristik