Pada masa itu, Parma diperkuat pemain-pemain bintang yang kini menjadi legenda sepak bola, seperti Gianluigi Buffon, Lilian Thuram, Juan Sebastian Veron, dan Enrico Chiesa.
Baca Juga: Derby Madrid di Liga Champions: Real Madrid vs Atletico di Leg Pertama 16 Besar
Klub ini bahkan masuk dalam kelompok elite "Il Sette Magnifico" atau "The Magnificent Seven" bersama Juventus, Inter Milan, AC Milan, AS Roma, Lazio, dan Fiorentina.
Meski Ranieri menyamakan Como dengan Parma di era keemasannya, Fabregas dan timnya masih memiliki jalan panjang untuk mencapai level tersebut.
Saat ini, Como masih berada di papan tengah Serie A.
Baca Juga: Persija Targetkan Bisa Kembali Membungkam PSIS Semarang di Laga Pekan ke-25 Liga 1 2024/2025
Hingga pekan ke-27, mereka menempati peringkat ke-13 dengan koleksi 28 poin.
Tantangan besar masih menanti Como, namun dengan performa yang terus meningkat di bawah kepemimpinan Fabregas, klub ini berpotensi menjadi kekuatan baru di sepak bola Italia dan Eropa.
Artikel Terkait
Aturan Baru '8 Detik' Kiper akan Diterapkan Musim Depan, Siapkah Wasit dan Pemain?
Vinicius Junior Beberkan di Balik Penolakan Ballon d'Or
Rekannya Minum Air, Lamine Yamal Menjauh Demi Ibadah Puasa
PSV vs Arsenal: Misi The Gunners Akhiri Tren Buruk di Liga Champions 2025
Anthony Ginting Mundur dari All England 2025, Skuat Indonesia Kehilangan Satu Kekuatan di Tunggal Putra