Menurut Kluivert, cara Postecoglou melatih dan mengarahkan para pemainnya sangat luar biasa, dan hal itu masih terlihat dalam kepemimpinannya di Tottenham Hotspur saat ini.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tantang Australia, Patrick Kluivert Siap Akhiri Rekor Buruk
"Saya banyak belajar darinya, terutama mengenai cara ia berbicara dan membimbing pemain. Saya sangat menghormatinya," tambah Kluivert.
Selain mengenang masa magangnya di Brisbane Roar, Kluivert juga mengakui bahwa sepak bola Australia telah mengalami perkembangan yang signifikan selama 15 tahun terakhir.
"Saya pikir sepak bola Australia telah mengalami perubahan besar secara positif," ungkapnya.
Baca Juga: Liga Voli Korea: Red Sparks di Posisi Ketiga, Hi-Pass Bangkit di Akhir Musim
"Namun, bukan hanya di Australia, melainkan sepak bola secara global juga telah bertransformasi."
"Banyak negara kini merekrut pelatih berkualitas untuk meningkatkan kualitas sepak bola mereka," jelasnya.
Menurut Kluivert, sejak ia terakhir kali berada di Australia hingga sekarang, sepak bola di negara tersebut telah berkembang ke level yang berbeda dan menjadi lebih kompetitif.
Baca Juga: Australia Siapkan Strategi Baru untuk Bobol Pertahanan Kokoh Indonesia
Menghadapi laga debutnya bersama Timnas Indonesia, Kluivert memiliki misi membawa timnya meraih tiga poin.
Ia tidak terlalu memikirkan rekor pertemuan yang kurang menguntungkan bagi Indonesia, di mana sejak 1981 Timnas Garuda belum pernah sekalipun mengalahkan Australia.
"Itu sudah sangat lama, dan besok kami akan berusaha meraih kemenangan pertama dalam sejarah," tegas Kluivert.
Baca Juga: Indonesia vs Australia: Misi Pecah Rekor 43 Tahun Tanpa Kemenangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ia menambahkan bahwa timnya telah melakukan persiapan yang matang dan siap berjuang habis-habisan di lapangan.
Artikel Terkait
Meski Sempat Absen Bermain, Performa Moussa Sidibe di Liga 1 2024/2025 Layak Diacungi Jempol
Bungkus 90 Kemenangan Marc Marquez Samai Rekor Angel Nieto, Bersiap Kejar Rekor Valentino Rossi
Tidak Sekedar Balap, F1 Grand Prix Australia Lakukan Sosialisasi dan Program Berkelanjutan Inklusif
Red Sparks Gagal Finis Runner-Up V-League 2024, Kandas 2-3 dari Hi-Pass
Swiss Open 2025: Tiga Ganda Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua, Leo/Bagas Menang WO