SportlinkNews - Mantan pemain sepak bola Belanda kembali blak-blakan soal hiruk pikuk sepak bola Indonesia. Ia menyebut level sepak bola Indonesia tidak ada apa-apanya.
Baru-baru ini, mantan pemain Anco Jansen mengejutkan semua orang dengan pernyataannya yang ditujukan kepada sepak bola Indonesia. Sosok yang pernah bermain untuk banyak klub termasuk PSM Makassar di Liga 1 Indonesia itu.
Menurut Anco Jansen, sepak bola Indonesia masih terbelakang dan suporter Indonesia kerap memberikan tekanan berlebihan kepada pemain saat mereka tidak bermain bagus.
Baca Juga: Dulu Kagumi Evan Dimas, Kini Ricky Kambuaya Jadi Motor Permainan Timnas Indonesia
Menurut mantan penyerang kelahiran 1989 itu, sebagian besar suporter Indonesia menggunakan ponsel pintar, tetapi suporter kerap menggunakannya untuk mengkritik pemain melalui akun media sosial.
“Ya, utamanya di media sosial. Saya bermain di sana (Indonesia) saat pandemi Covid-19. Suporter di sana semuanya punya ponsel pintar dan Instagram sangat populer di sana. Suporter kerap mengkritik dan memberikan tekanan kepada pemain melalui media sosial,” kata Anco Jansen dalam podcast berjudul Voetbalpraat yang dibuat di Belanda.
“Kalau tidak mencetak gol, saya diimbau untuk tidak bermain media sosial selama kurang lebih dua hari,” imbuh mantan penyerang yang mencetak lima gol dan satu assist dalam 20 laga Liga 1 2021-2022 bersama PSM Makassar itu.
Baca Juga: Adidas Harden Vol. 9 Hell Cat, Sepatu Basket dengan Sentuhan Mobil Berotot
Anco Jansen juga mengatakan bahwa infrastruktur dan taraf pembinaan sepak bola Indonesia masih buruk.
“Fasilitas dan pelatih di sana sangat terbatas. Itu yang saya tahu tentang sepak bola Indonesia. Pemain naturalisasi Indonesia punya jutaan pengikut dan menjadi bintang besar. Tapi sepak bola Indonesia itu sebenarnya tidak ada apa-apanya,” pungkasnya.
Komentar Anco Jansen saat ini tengah menjadi sorotan banyak media dan netizen di Indonesia. Meski menuai kritikan tersebut, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah pimpinan Erick Thohir masih terus membenahi dan membantu pembinaan sepak bola Tanah Air, termasuk memperkuat pembinaan pemain muda.
Baca Juga: Daejeon JungKwanJang Red Sparks Terpuruk di Final Liga Voli Korea, Ini Penyebabnya
PSSI juga telah meningkatkan kualitas Liga 1, termasuk meningkatkan kualifikasi wasit dan menggunakan teknologi VAR.
Selain itu, tim nasional juga berada di jalur yang benar, dengan peluang besar untuk melaju ke babak kualifikasi ke-4 Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Barcelona Bisa Kehilangan Target Transfer gara-gara Kepindahan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid
Terima Ancaman Kematian dari Suporter Timnas Indonesia, Pengamat Sepak Bola Ini Langsung Koreksi Pernyataannya
Ole Romeny Tampil di Oxford United Pasca Jeda Internasional, Marselino Ferdinan Masih Absen
Amuk Ratu Voli Korea Tak Terbendung, Pink Spiders Hancurkan Red Sparks
MotoGP Amerika 2025: Jatuhnya Marc Marquez Ubah Peta Persaingan Gelar Juara