SportlinkNews - Saat Evan Dimas juara Piala AFF U19, Gelandang Tim Nasional Indonesia senior saat ini, Ricky Kambuaya belum bermain sepak bola.
Ricky Kambuaya mengakui dirinya menyaksikan moment ketika evan dimas dan kolega mengangkat trofi piala AFF U19 pada 2013 lalu.
Momen itu yang menurutnya menjadi kebangkitannya. Bertekad pada akhirnya untuk bisa menembus Timnas Indonesia.
Baca Juga: Final Liga Korea 2025: Koh Hee-jin Janji Red Sparks akan Bangkit di Lag akedua.
"Saya dulu nonton evan dimas main di timnas U19 indonesia yang lagi bagus-bagusnya dan top-topnya. Waktu itu saya belum bermain sepakbola, masih di Papua saja," kata Ricky di kutip dari youtube PSSI, Senin, 31 Maret 2025.
"Kakak saya yang bilang, Kami ini harus berjuang dan berusaha supaya suatu hari nanti kulihat kau main dengan Evan Dimas. Karena kau ini punya cara bermain. Bagus jika kalau duet dengan evan bisa bagus," tambah Ricky Kambuaya.
Mendengar pernyataan sang kakak, Ricky pun hanya tertawa saja. Meskipun di dalam hatinya, dirinya berharap suatu saat bisa bermain dengan Dimas.
Baca Juga: Daejeon JungKwanJang Red Sparks Terpuruk di Final Liga Voli Korea, Ini Penyebabnya
"Saya hanya tertawa-tertawa saja. Tapi dalam hati saya berkeinginan harus bisa. Karena umur evan dan saya tidak berbeda jauh lah," kata pemain asal sorong itu.
Saat ini pencapaian Ricky luar biasa. Dia telah mencatatkan 38 caps bersama Timnas, sementara Evan Dimas 41 caps dengan Timnas.
Di Timnas, Ricky Kambuaya dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara tetapi langsung melakukan sesuatu jika diminta. Dia pun kerap membantu permainan Timnas, meski berasal dari bangku cadangan.
Seperti yang dilakukannya saat melawan Bahrain, mantan pemain Persebaya Surabaya itu turun dari bangku cadangan menggantikan Ragnar Oratmangoen mint 47.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Menang di COTA, Jawaban Telak untuk Para Pengkritiknya
Ia langsung menunjukkan kemampuannya dengan dribbling dan melakukan intersep terhadap pemain Bahrain.
Tidak lama dia bermain, hanya 16 menit saja, tetapi permainan Ricky Kambuaya memberikan dampak besar di lini tengah.
Salah satu aksi terbaiknya adalah saat memberikan umpan trivela, yaitu umpan berteknik tinggi menggunakan bagian luar kaki, meski sayangnya masih gagal dieksekusi Eliano.
Ricky selalu mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyerah meski hanya dibangkucadangkan di Timnas.
"Kalau menyerah nanti kamu bisa drop, kamu bisa jatuh terus. Jadi walaupun punya menit bermain sedikit, cadangan pun harus tetap berjuang tetap berusaha, sehingga saya bisa semangat lagi," tambah Ricky Kambuaya.
Artikel Terkait
Hasil Piala Uber 2024: Ricky Soebagdja Sebut Tugas Belum Selesai, Besok Lawan Korea
Piala Uber 2024: Tim Putri Indonesia Ke Final, Ricky Soebagdja Akui Ada Ketegangan
Peluang Medali Olimpiade Bulu Tangkis Semakin Kecil, Ini Komentar Ricky Soebagdja
Ricky Hatton Sarankan Jake Paul Menghindar dari KO Brutal Mike Tyson
Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya Alami Dilema di Timnas Indonesia