SportlinkNews - Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan perubahan jumlah peserta pada cabang olahraga sepak bola di Olimpiade Los Angeles 2028.
Kuota peserta putri ditambah menjadi 16 tim, sementara jumlah peserta putra dikurangi menjadi 12 tim.
Sebelumnya pada Olimpiade Paris 2024, sepak bola putra diikuti 16 tim dan sebaliknya, di putri hanya 12 tim yang tampil.
Hal tersebut diumumkan FIFA, pada Kamis, 10 April kemarin, setelah Dewan Eksekutif IOC menyetujui proposal perubahan tersebut untuk pertandingan sepak bola Olimpiade di LA28.
Baca Juga: Mascherano Segan Bicara soal Messi: Dia Sudah Menangkan Segalanya dan Masih Ingin Menang
"Ini merupakan momen penting untuk lebih mengembangkan olahraga wanita yang menjadi komitmen bersama FIFA dan IOC," tulis FIFA dalam rilisnya.
"Keputusan ini dibangun di atas ekspansi FIFA Women's World Cup, membuka pintu bagi lebih banyak pemain dan negara untuk bersinar di panggung global."
FIFA mengatakan senang dengan keputusan yang diambil oleh Dewan Eksekutif IOC tersebut.
Mereka menegaskan bahwa ini merupakan sebuah tonggak sejarah besar bagi permainan sepak bola wanita dan dukungan kuat untuk olahraga wanita.
Baca Juga: Terungkap, Lionel Messi Pernah Tunjukkan Kekesalan dengan Tendangan Akurat ke Wajah Rekan Setim
"FIFA selalu percaya pada kekuatan sepak bola wanita dan keputusan hari ini oleh Dewan Eksekutif IOC merupakan langkah positif," kata Presiden FIFA Gianni Infantino.
"Visi kami jelas, kami berinvestasi dan memperluas peluang untuk sepak bola wanita di setiap level. Lebih banyak tim di panggung Olimpiade berarti lebih banyak panutan, lebih banyak inspirasi, dan lebih banyak dampak," tambahnya.
Perkembangan tersebut, menurut FIFA, mencerminkan pemahaman bersama bahwa sepak bola wanita layak mendapatkan representasi dan visibilitas yang lebih besar di Olimpiade.
"Kami berterima kasih kepada IOC atas diskusi yang bermanfaat yang akan membuat LA28 menjadi acara yang inovatif, dan kami akan terus bekerja sama dengan mitra kami untuk memasukkan futsal dan sepak bola pantai ke dalam program Olimpiade," ucap Gianni lagi.
Baca Juga: Kyle Walker Terancam Tak Dipermanenkan AC Milan, Ini Alasannya
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, menambahkan bila pihaknya telah mengupayakan peningkatan tim wanita di Olimpiade selama beberapa waktu dan baru di LA28 nanti akhirnya diterapkan.
Permintaan untuk perluasan sepak bola wanita ini sudah diajukan semenjak jelang Olimpiade Paris 2024 lalu.
"Atas nama FIFA, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada administrasi IOC atas kerja sama mereka dengan kami selama beberapa bulan terakhir untuk mempersiapkan keputusan inovatif ini," ucapnya.
Baca Juga: Bulutangkis Dipastikan Masuk Olimpiade Los Angeles 2028
"Kami sangat senang dengan hasilnya, tetapi, tentu saja, kami akan melanjutkan dengan komitmen penuh pekerjaan harian dan berkelanjutan kami di semua bidang yang relevan dari permainan wanita termasuk kompetisi, teknis, dan lanskap peraturan untuk membuka potensi tak terbantahkan yang dimilikinya di mana pun di dunia," imbuh Grafström.
FIFA mengatakan bahwa perubahan ini sejalan dengan "7 Tujuan Strategis FIFA untuk Permainan Global: 2023-2027".
Di mana FIFA menyerukan lebih banyak kesempatan bagi wanita dan anak perempuan dalam sepak bola dan di semua tingkatan permainan".
Baca Juga: Megawati Kembali Ke Indonesia, Ko Hee-jin Tinggalkan Air Mata
Hal ini, menurut FIFA, juga dibangun di atas kesuksesan Piala Dunia Wanita FIFA 2023, yang diperluas dari 24 menjadi 32 tim.
Menghasilkan keterlibatan yang memecahkan rekor dan menampilkan bakat-bakat baru dari seluruh dunia.
Langkah ini meningkatkan minat terhadap turnamen, karena delapan negara debutan dan 184 pemain tambahan memiliki kesempatan untuk tampil di panggung global.
Artikel Terkait
Erick Thohir Melihat 2 Hal Positif Sepak Bola Putri
Erick Thohir: PSSI Keluarkan Anggaran Rp36 Miliar untuk Sepak Bola Putri
PSSI Evaluasi Performa Timnas Putri, Liga Putri Indonesia Ditargetkan Mulai 2027
Ranking FIFA Naik, Timnas Putri Indonesia Tembus Posisi 94 Dunia
Jalan Timnas Putri ke Piala Asia 2026: Hadapi Chinese Taipei, Kirgistan, dan Pakistan