Salah satu yang saya amati, kepercayaan diri abak hilang. Berbeda dengan tiga laga sebelumnya, bukan karena hasilnya yang memang juga berbeda, tapi lebih pada ketenangan dan kegembiraan saat bermain.
Di laga, saat menghadapi Korsel, Panji dan kawan-kawan masih bisa tersenyum saat memainkan bola. Bahkan, ketika lebih dari 75 menit ditekan Afghanistan, Baker dkk, tetap tenang. Nah, ketika digedor Korut, khususnya setelah tertinggal dua gol, semua berubah total.
Seperti di tim-timnas sebelumnya, ketika kepercayaan diri hilang, maka segala kemampuan lenyap. Nah, saatnya psikolog diturunkan. Dibutuhkan asupan yang konkret agar kepercayaan diri anak-anak bisa tampil kembali. Terpenting, dunia belum kiamat.
Baca Juga: Ingin Buat Sejarah, PSSI akan Siapkan Timnas U17 Indonesia Lebih Matang di Piala Dunia U17 2025
Ingat surah ke-94, AlQuran, Al-Insyirah:
Fa inna ma'al-'usri yusra. (5) Inna ma'al-'usri yusra. (6)
Artinya: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Ayat 5)
Artinya: "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Ayat 6)
Bangkit, bangkit, dan bangkit....
Artikel Terkait
Napoli 3-0 Empoli: Lukaku dan McTominay Menjaga Harapan Meraih Gelar Tetap Hidup
Pacuan Scudetto Makin Ketat, Conte: Surat Kabar dan Media Harus Berterima Kasih kepada Napoli
Megawati Tidak Masuk 7 Terbaik Liga Voli Korea, Penggemar Megatron Marah
Akhiri Paceklik Kemenangan, Atletico Madrid Pangkas Jarak dengan Real Madrid
Pemecatan Ruben Amorim Disampaikan Orang Dalam Menyusul Kekalahan Terburuk Manchester United