SportlinkNews - Mantan pelatih kepala Inter Rafa Benitez telah menganalisis leg kedua perempat final Liga Champions Inter melawan Bayern Munich.
Pertandingan Inter vs Bayern Munich akan berlangsung di San Siro, Rabu 16 April 2025 atau Kamis dini hari WIB.
Rafa Benitez telah menunjukkan pemain kunci dan kelemahan mana yang harus diperhatikan dalam pertandingan sistem gugur yang menentukan di San Siro.
Baca Juga: Inter Vs Bayern Munich: Federico Dimarco Siap Starter Setelah Absen di Leg Pertama
Inter saat ini unggul 2-1 dalam pertandingan leg pertama pekan lalu setelah gol dari Lautaro Martinez dan Davide Frattesi di Allianz Arena terakhir kali, tetapi masih memiliki 90 menit tersisa melawan pemimpin Bundesliga tersebut.
Oleh karena itu, Benitez yakin bahwa Simone Inzaghi dan timnya perlu mengatur ulang mental dan memasuki pertandingan dengan berpikir bahwa mereka masih imbang 0-0.
"Orang tidak dapat mengabaikan keberhasilan di Munich. Tapi memang benar bahwa Inter perlu mengatur ulang, untuk menghindari berpikir bahwa keunggulan mereka akan cukup untuk menang," kata Benitez dalam wawancara mendalam dengan La Gazzetta dello Sport.
Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Arsenal: Tipis Peluang Madrid Lolos Ke Semifinal
"Tak pelak, mereka harus berpura-pura bahwa mereka memulai dari 0-0, untuk bermain dalam kondisi kebebasan mental," lanjutnya.
"Yang terpenting adalah aspek teknis, tetapi strategi taktis juga tidak relevan. Leg pertama menegaskan bahwa kami berada di hadapan dua tim raksasa, dengan kepribadian yang membuat Anda menang dan pemain yang mampu membuat perbedaan pada saat tertentu."
Benitez memilih pemain kunci untuk ditonton di Inter-Bayern
Benitez diminta untuk memilih pemain kunci untuk ditonton selama leg kedua perempat final pada Rabu malam, tetapi berjuang untuk mempersempit pilihannya menjadi hanya satu individu.
Baca Juga: Ronaldo di Ambang Penentuan Masa Depan saat Kesepakatan dengan Al-Nassr Berakhir
"Itu pertanyaan yang membuat saya kesulitan, karena itu berarti harus menyingkirkan begitu banyak pemain," jelasnya.
“Inter adalah tim Lautaro atau Thuram dalam fase menyerang, tetapi juga memiliki Barella dan Calhanoglu yang hebat dalam mengorganisasikan permainan, dan para bek yang meninggalkan jejak.
Artikel Terkait
Helen Flanagan Patah Hati Menjual Rumah Idaman setelah Berpisah dengan Mantan Pemain ManCity
Bikin Gol Bunuh Diri, Ole Romeny Terancam Didepak dari Oxford United
Datang ke Kie Raha, PSBS Biak Bawa Misi Membalas Malut United FC
Secara Matematis Persib Bisa Kembali Menjadi Juara Liga 1 Musim Ini Asalkan...
Masuknya Alwi dan Ubed ke Skuat Tunggal Putra Piala Sudirman 2025, Langkah Regenerasi PBSI