Tim asuhan Patrick Kluivert dijadwalkan bertanding melawan China pada 5 Juni dan menghadapi Jepang pada 10 Juni mendatang.
Padatnya agenda inilah yang menjadi pertimbangan utama Indonesia dalam mengambil keputusan.
Laga-laga tersebut sangat penting karena menentukan langkah Indonesia menuju putaran keempat kualifikasi, sekaligus membuka peluang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Hal ini turut disorot oleh media sepak bola regional, @seasiagoal, yang menyatakan bahwa absennya pemain kunci Indonesia di ASEAN All-Stars disebabkan oleh bentrokan jadwal yang tidak bisa dihindari.
Baca Juga: Ruben Amorim Terinspirasi Kebangkitan Manchester United Tahun 1999
"TERKONFIRMASI: Pemain kunci Indonesia TIDAK akan bergabung dengan skuad ASEAN All-Stars untuk menghadapi Manchester United," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
"Alasannya? Bentrokan jadwal yang sangat penting."
Sebagai perbandingan, sebagian besar negara ASEAN lainnya hanya menghadapi satu laga pada periode yang sama, yakni dalam Kualifikasi Piala Asia 2027.
Baca Juga: Dramatis Setan Old Trafford, Disaksikan Ferguson Cetak 2 Gol di Menit Terakhir
Hal ini membuat Indonesia menjadi satu-satunya tim kawasan yang harus melakoni dua pertandingan penting dalam waktu berdekatan.
Dengan padatnya agenda serta target besar di kualifikasi, wajar bila Indonesia memilih untuk lebih fokus menjaga kondisi pemain utama demi menjaga peluang tampil di pentas dunia.
Artikel Terkait
Cristiano Ronaldo Bertahan di Al Nassr, Kontrak Baru 2 Tahun Siap Disepakati
Performa Leo/Bagas Makin Meningkat, Pilihan di Piala Sudirman Semakin Besar
Reebok x Angel Reese SS25, Tentang Kepercayaan Diri dan Individualitas sebagai Wanita
Italia Ucapkan Selamat Tinggal pada Impian Tempat Kelima di Liga Champions
Lazio Merasa Hancur Usai Tersingkir dari Liga Europa, Matteo Guendouzi Marah