HUT ke-95 PSSI: Garuda Siap Terbang ke Panggung Dunia

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 19 April 2025 | 17:15 WIB
Ilustrasi perayaan HUT PSSI ke-95 tahun.
Ilustrasi perayaan HUT PSSI ke-95 tahun.

SportlinkNews - Pada 19 April 1930, sebuah organisasi sepak bola yang bernama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) lahir.

Organisasi yang didirikan oleh Soeratin Sosrosoegondo ini, bukan hanya sekedar organisasi olahraga, tetapi PSSI lahir sebagai simbol perjuangan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan ketika itu.

Setelah hampir satu abad berdiri, tepatnya 95 tahun. Kini PSSI membawa harapan baru untuk sepak bola Indonesia, yakni mewujudkan visi garuda mendunia.

Di hari jadi PSSI ini, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir kembali menegaskan komitmen untuk menjadikan sepak bola Indonesia menjadi bagian dari tradisi global.

Baca Juga: Renovasi Stadion Spotify Camp Nou Mulai Fokus Garap Lapangan

"Kami ingin sepak bola Indonesia konsisten tampil di panggung dunia, seperti sebuah tradiri tahunan," ujarnya dalam rilis PSSI.

Harapan ini yang menurutnya, berusaha diwujudkan oleh PSSI. Padahal dua tahun lalu, setelah tragedi Kanjuruhan, tidak ada yang berani bermimpi bahwa pencapaian Indonesia bisa seperti saat ini.

"Untuk kali pertama, timnas Indonesia dari semua kelompok usia mulai dari U17, U20, U23, hingga senior berhasil menembus ajang Piala Asia. Ini menjadi sinyal kuat bila regenerasi sepak bola Indonesia berada di jalur yang tepat," tambah Erick Thohir.

Tak hanya itu, di beberapa kelompok usai, seperti Timnas U17 bahkan sudah memastikan tampil di gelaran Piala Dunia U17 2025 di Qatar, November mendatang. 

Baca Juga: Ada Jejak Barcelona di Tiga Semifinalis Liga Champions Musim Ini

Ini menjadi kali keduanya bagi skuat Garuda Asia, setelah di 2023 lolos sebagai tuan rumah (host).

Sementara di level senior, saat ini skuat Garuda juga sedang berjuang di putaran tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk bisa tampil secara otomatis ke Piala Dunia 2026.  
"Tidak cukup hanya berdoa, kita juga harus kerja keras. Harus kerja keras," imbuh Erick Thohir.

"Kita pernah mencatat sejarah penting saat tampil pada Piala Dunia 1938, Prancis di bawah bendera Hindia Belanda. Sebuah sejarah besar yang sudah lama tidak terulang dan kami ingin menciptakan sejarah baru lagi," tukasnya.

Baca Juga: Terbukti DNA dan Gen Pengaruhi Performa Atlet

Di sepak bola wanita, progres juga ditunjukkan oleh para Garuda Pertiwi. Sejarah mereka torehkan lewat kemenangan penting di level Asia Tenggara untuk kali pertama dalam sejarah sepak bola wanita Indonesia.

Kemudian, kenaikan peringkat FIFA ke posisi 94 dunia, juga membuka peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia Putri, melalui  kualifikasi Piala Asia Putri di tahun ini.

"Kalau tim putri juga lolos ke Piala Asia Putri, itu belum pernah terjadi sebelumnya. Jadi kita sekarang, secara bersamaan, tidak hanya fokus pada tim-tim utama," lanjut Erick Thohir menjelaskan.

Dari ranah eFootball, Indonesia juga mencetak sejarah dengan menyapu bersih gelar juara di FIFAe World Cup 2024 (eFootball dan Football Manager), serta AFC eAsian Cup 2023.

Baca Juga: Kabar Terbaru Sahabat Megawati di Red Sparks, Gia Juga Bergabung di Petro

Ini membuktikan bahwa potensi anak muda Indonesia tidak hanya bersinar di lapangan, tapi juga di dunia digital. Mengikuti perkembangan zaman.

"Kesuksesan ini tak lepas dari reformasi besar-besaran yang dilakukan PSSI, mulai dari peningkatan kualitas pelatih, pembinaan usia muda, hingga implementasi teknologi seperti VAR," tutur Erick Thohir lagi.

"Dengan peningkatan jumlah pelatih berlisensi hingga 40%, serta pembangunan Training Center nasional di Ibu Kota Nusantara, PSSI memperkuat pondasi masa depan sepak bola Indonesia."

Menteri BUMN itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi, dari pemain, pelatih, keluarga, hingga masyarakat luas.

Baca Juga: Serie A Jalin Kemitraan dengan NIAF Demi Mempopulerkan Budaya Sepak Bola Italia di Amerika

Dengan dukungan masyarakat, profesionalisme pengurus, serta kolaborasi lintas sektor, impian untuk melihat Timnas Indonesia bersinar di Piala Dunia, baik di level senior maupun kelompok umur, kata Erick, bukan lagi hanya sekadar mimpi.

"Sepak bola Indonesia harus terus naik kelas. Sepak bola, tradisi!" tegasnya.

"Dalam usia 95 tahun, perjalanan PSSI memang belum sempurna. Namun, langkah-langkah konkret yang kini tengah ditempuh telah membawa harapan baru," ucap Erick Thohir.  

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PSSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB
X