SportlinkNews - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan sikap terbuka terhadap kritik yang ditujukan kepada federasi, menyusul kekalahan telak Timnas Indonesia dari Australia pada 20 Maret lalu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik yang diberikan jangan sampai berujung pada upaya memecah belah tim nasional.
Pada laga ketujuh Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tersebut, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Australia dengan skor mencolok 1-5.
Baca Juga: Persis Solo Menang di Kandang Barito Putera, Ong Kim Swee: Kemenangan Ini akan Menjadi Titik Balik
Hasil tersebut memicu gelombang kritik dari publik sepak bola nasional yang berharap besar pada kelolosan skuad Garuda ke ajang Piala Dunia.
Menanggapi sorotan tajam dari publik, Erick Thohir menegaskan bahwa pihaknya tidak alergi terhadap kritik.
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari proses demokrasi yang bisa menjadi pendorong kemajuan.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Kualifikasi GP Arab Saudi: Max Verstappen Mendekati Rekor Sebastian Vettel
“Indonesia adalah negara demokrasi. Ketika orang mengkritik saya, federasi, atau Timnas Indonesia, itu adalah fakta yang harus kami terima,” ujar Erick dalam sebuah tayangan YouTube PSSI.
Erick menambahkan, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru dapat memperkuat fondasi tim nasional dan federasi.
Ia tidak mempermasalahkan jika dirinya atau PSSI dijadikan sasaran kritik.
Namun, ia menekankan agar dukungan tetap diberikan kepada pemain dan staf pelatih yang berjuang di lapangan.
“Saya tidak ingin tim ini hancur hanya karena emosi sesaat. Jangan rusak mental pemain dengan serangan personal."
Artikel Terkait
Wanita Simpanan Payet Buka Suara Kekerasan Seks: Dia monster yang Sakit
Nike Air Max 95 Liverpool Hadir pada Musim Panas 2025
Barcelona Kejar Treble, Tuntut Perubahan Jadwal La Liga
Bersinar di Tim Oseania, Penyerang Vietnam-Amerika Jadi Ancaman Timnas Indonesia di SEA Games 2025
Alasan Pelatih Kim Sang-sik Tak Panggil Supachok Masuk Skuat Super ASEAN Lawan Manchester United