SportlinkNews - Kepala La Liga, Javier Tebas, berpendapat bahwa FIFA akan menghancurkan industri sepak bola jika hanya fokus pada pertandingan tim nasional.
"Meningkatkan jumlah tim yang berpartisipasi dalam Piala Dunia sama sekali tidak ada gunanya," kata Tebas dalam sebuah wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.
"Industri sepak bola tidak dapat hanya berputar di sekitar Piala Dunia, meskipun itu adalah acara terpenting. FIFA seharusnya tidak membiarkan semuanya berputar di sekitar Piala Dunia, karena liga domestik adalah fondasi inti yang menopang dan mendukung olahraga ini," lanjut Presiden Tebas.
Baca Juga: Simbol Kesetiaan Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa Tambah Masa Bakti
"Mereka menghancurkan industri yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja, hanya untuk melayani acara 40 hari yang melibatkan segelintir pemain," tegasnya.
"Kita perlu mengurangi pertandingan internasional dan fokus pada perlindungan sepak bola domestik di semua tingkatan. Mereka tidak menyadari hal itu dan membuat keputusan yang tidak bertanggung jawab," Tebas menambahkan.
Tebas mengungkapkan pendapat pribadinya bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino harus mengundurkan diri karena kontroversi baru-baru ini, khususnya skandal seputar penangguhan hukuman striker Balogun yang ditunda agar ia bisa bermain di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Tinggalkan Yamaha Setelah 8 Tahun, Fabio Quartararo Sepakati Kontrak Bareng Honda
"Mereka beruntung Belgia menyingkirkan AS, jika tidak, skandal besar bisa saja terjadi. FIFA secara sewenang-wenang memutuskan segalanya untuk kepentingan mereka sendiri, bukan demi sepak bola."
"Jeda minum air adalah lelucon. Di La Liga, kami juga memiliki aturan itu, tetapi hanya ketika cuaca benar-benar terlalu panas. Di AS, semua stadion memiliki pendingin udara, sampai-sampai saya harus mengenakan sweter tambahan saat duduk di tribun. Itu hanya kebohongan," kritik Presiden Tebas.
FIFA telah menghadapi kritik terus-menerus sebelum, selama, dan setelah turnamen. Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Presiden Infantino dan FIFA dikecam oleh Asosiasi Klub Eropa dan La Liga atas keputusan mereka untuk meningkatkan jumlah tim yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim.
Baca Juga: FIFA Investigasi Kelakuan Pemain Argentina yang Memukul Pemain Spanyol
Ketika turnamen dimulai, FIFA menimbulkan kehebohan dengan keputusannya untuk menangguhkan sementara skorsing Balogun.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara terbuka menentang FIFA, menyebut dimasukkannya Balogun dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai lelucon.
Artikel Terkait
Tragedi Pertandingan Paling Kontroversial di Piala Dunia: Tuntut FIFA Hapus Perebutan Tempat Ketiga
Imbas Kritik Penyelenggaraan Piala Dunia, FIFA Cabut Akreditasi Gazzetta untuk Final Spanyol Vs Argentina
Bernardo Tavares Soroti Adaptasi Pemain Asing Baru Persebaya
Timnas Voli Indonesia Rombak Skuad Jelang SEA V Cup 2026 Leg Kedua
Kesombongan atau kebanggaan? Argentina Bergulat dengan Label Penjahat Piala Dunia