Sementara itu, terkait Serie A dan La Liga, Verdonk mengakui dirinya tidak begitu mengenal dinamika kompetisi di kedua liga tersebut.
Bahkan, ia menyebut ada rekan setimnya di NEC Nijmegen yang menurutnya lebih pantas bermain di dua liga itu ketimbang dirinya.
Soal kemungkinan bermain di luar lima liga top Eropa, Verdonk menyinggung pengalamannya di Portugal bersama Famalicao pada tahun 2020.
Ia dengan tegas menyebut tidak tertarik kembali ke Liga Portugal, bukan karena performanya yang kurang menonjol, tetapi karena kendala adaptasi yang cukup berat, terutama dalam aspek komunikasi.
Baca Juga: PSG Ngidam Gelar Liga Champions, Nike Siapkan Sepatu Baru Air Max Plus
Saat itu, pandemi Covid-19 memperparah situasi.
Minimnya penggunaan bahasa Inggris di antara pemain, terutama yang berasal dari Amerika Selatan, membuat Verdonk merasa terasing dan tidak nyaman, baik di dalam maupun luar lapangan. Kondisi itu menurutnya memengaruhi penampilan secara keseluruhan.
“Kalau di luar lapangan kamu merasa tidak nyaman, itu pasti akan berpengaruh juga ke performa di lapangan,” ucap Verdonk.
Baca Juga: Rafael Leao: Derby Milan di Coppa Italia Dapat Mengubah Musim
Ia menambahkan bahwa di Belanda, dirinya merasa seperti di rumah dan kondisi itu tercermin dari kontribusinya yang stabil bersama NEC Nijmegen.
Artikel Terkait
Statistik Leicester 0-1 Liverpool: Alexander-Arnold Membawa The Reds Mendekati Gelar Liga Primer
Kehilangan 2 Pemain, Tetap Menang 2-0, Uzbekistan U17 Juara Asia
Manchester United Menolak Datang ke Indonesia, Singgung Tragedi Kanjuruhan dan Takut Penyerangan Suporter
Media Vietnam Sindir Timnas Indonesia, Bisakah Balas Dendam dan Juara ASEAN U23
5 Faktor Ini yang Bisa Membantu Meningkatkan Performa Atlet