Dengan hasil imbang 3-3, Vietnam dan Indonesia harus bermain hingga babak tambahan waktu.
Di babak ini, kekuatan fisik tim tuan rumah menurun dan mereka harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit, sehingga mereka tidak dapat bertahan lebih lama lagi.
Indonesia berhasil mencetak gol untuk mengubah kedudukan menjadi 4-3 pada menit ke-97. Dan begitu saja, tiket ke final pun sirna dari tangan Vietnam. Adapun Nguyen Manh, ia menjadi sasaran kritik.
Baca Juga: PSG Ngidam Gelar Liga Champions, Nike Siapkan Sepatu Baru Air Max Plus
“Saat itu, saya membayangkan tekanan yang menanti. Saya tahu bahwa setelah pertandingan ini, saya akan dikritik oleh semua orang, banyak sekali yang mengkritik. Saat itu, saya sedih karena situasi itu terjadi begitu cepat, saya tidak menyangka itu bisa berujung pada kartu merah.
Setelah itu, akun Facebooknya menerima banyak pesan yang tidak mengenakkan. Namun, ia pikir orang-orang telah mengkritik, jadi ia hanya diam dan mencoba mengatasinya.
"Saat itu, saya hanya berpikir tentang mengapa situasi itu terjadi pada saya. Segalanya tidak berjalan seperti yang diharapkan, kritikan mengalir kepada saya dan saya merasakan banyak tekanan," pungkasnya.
Baca Juga: Pacar Conor Gallagher Memukau di Karpet Merah dengan Balutan Gaun Hitam Panjang
Butuh beberapa saat baginya untuk mengatasi tekanan itu setelah tiba di rumah. Dikritik begitu banyak membuat dirinya merasa sangat sedih, kecewa, tidak ingin pergi ke mana pun, tidak berani keluar untuk sementara waktu.
"Semuanya berjalan seperti itu selama sebulan,” kenang Nguyen Manh.
Lengan patah dan Niat Pensiun
Kartu merah di Piala AFF 2016 membuat Nguyen Manh kehilangan posisinya di timnas Vietnam, namun saat kembali ke SLNA, ia tetap menjadi pilihan nomor 1.
Sayang, pada awal tahun 2018, kiper ini mengalami patah lengan saat mengikuti Piala AFC. Cedera serius tersebut memaksa Nguyen Manh absen hingga akhir musim. Bahkan, ia sempat berpikir untuk pensiun.
Nguyen Manh mengenang momen mengerikan itu: “Saat itu, saya benar-benar merasa hampa. Bagaimana jika seorang penjaga gawang patah lengan? Saya pikir saya mungkin harus pensiun dan tidak melanjutkan bermain sepak bola lagi.
Baca Juga: Ingin Ulang Masa Kejayaan di Piala Sudirman, Indonesia Ajukan Jadi Tuan Rumah Edisi 2027
Saat itu, ia kesakitan dan melihat cedera merasa sangat tidak enak. Nguyen Manh berpikir dalam hati bahwa akan sangat sulit untuk terus bermain sepak bola seperti ini.
Artikel Terkait
PSSI Buka Peluang Timnas Indonesia Lawan Rusia di FIFA Matchday September
Megawati Hangestri Dijuluki Kartini Voli Indonesia, Selaras Cita-cita RA Kartini sebagai Simbol Wanita Tangguh
Piala Sudirman 2025: Ini Bukan soal Naik Podium, tapi Regenerasi Menuju Olimpiade LA28
Lazio Menolak Bertanding Melawan Genoa setelah Kematian Paus Fransiskus
Promisi Burnley ke Liga Primer Inggris Ternoda oleh Keributan, Pemain Lawan Terlibat
Klasemen Serie A: Rekor Buruk Milan Melawan 8 Tim Teratas di Balik Musim yang Buruk