Ekuitas bersih tetap tinggi di €2,240 miliar (Rp42,7 triliun), mengkonsolidasikan model ekonomi jangka panjang kompetisi, yang merupakan tolok ukur dalam hal Financial Fair Play.
Menjelang musim 2024/2025, prakiraan memprediksi peningkatan lebih lanjut dalam hasil yang terstandarisasi berkat pertumbuhan pendapatan organik dan peningkatan margin operasi.
Hal ini membuat LaLiga berada di jalur yang tepat untuk mencapai titik impas berdasarkan kriteria financial fair play pada tahun mendatang.
Baca Juga: Sepak Bola SEA Games Hadapi Pergeseran Bersejarah, Thailand Ubah Format
Berdasarkan hasil ini, LaLiga terus mengonsolidasikan posisinya sebagai tolok ukur ekonomi dan olahraga global, yang berkomitmen pada keberlanjutan, investasi, dan memberikan nilai bagi klub dan penggemarnya.
Artikel Terkait
Manchester United Laporkan Kerugian £113,2 Juta meski Raih Pendapatan Rekor
LaLiga Luncurkan Akun TikTok Berbahasa Arab, Jangkau Penggemarnya di Timur Tengah dan Afrika Utara
Fede Valverde Catatkan 200 Pertandingan LaLiga untuk Real Madrid, Ancelotti Kehabisan Kata-kata
LaLiga Academy Vietnam Ajak 70 Pesepak Bola Kampanyekan Lawan Bullying