Marwal mengaku senang dengan semangat belajar para peserta. “Yang paling menonjol adalah antusiasme mereka," ujar Marwal.
"Bahkan setelah kelas selesai, mereka tetap berdiskusi hingga malam, datang bertanya langsung kepada kami. Itu menunjukkan motivasi tinggi untuk mengembangkan sepak bola Papua,” tambahnya.
Salah satu peserta, Thomy Thomas Z, pelatih berlisensi B dari Papua Tengah, mengaku sempat merasa canggung di awal kegiatan.
Baca Juga: Barcelona Kunci Gelar Juara LaLiga 2025-2026, Sambutan Meriah Terdengar hingga Indonesia
Namun setelah beberapa hari mengikuti sesi, ia mulai memahami bahwa perannya kali ini lebih dari sekadar pelatih.
“Di awal kami sempat merasa canggung karena ini hal baru," ungkapnya.
"Tapi setelah dijalani, kami sadar bahwa ini bukan hanya tentang jadi pelatih, tapi tentang bagaimana kami bisa mendidik pelatih-pelatih lain dengan metode pembelajaran yang terukur,” ujar Thomy.
Baca Juga: Dipanggil Patrick Kluivert, Stefano Lilipaly: Untuk Timnas Indonesia Saya Selalu Siap
Melalui kursus ini, PSSI berharap terbentuk jaringan coach educator lokal yang dapat mempercepat proses peningkatan kualitas kepelatihan di Papua.
Dengan begitu, pembinaan sepak bola di wilayah timur Indonesia bisa terus tumbuh dan bersaing di level nasional maupun internasional.
Artikel Terkait
Tingkatkan Kualitas Sepak Bola Indonesia, PSSI Gelar Kursus Wasit Jelang Kompetisi Liga 1
Garap Program FIFA-GIZ, PSSI dan UNESA Selenggarakan Kursus Kepelatihan Lisensi D
Stefano Cugurra Desak PSSI Tegas, Minta Wasit Liga 1 Diberi Sanksi Jika Bersalah
Komentar Tak Terduga Pelatih Bologna Usai Juara Coppa Italia