SportlinkNews - Kepastian format turnamen pramusim Piala Presiden 2026 masih menunggu hasil rapat yang akan digelar pada Kamis, 16 April 2026.
PSSI bersama Steering Committee (SC) Piala Presiden dijadwalkan membahas konsep penyelenggaraan secara menyeluruh, mulai dari format kompetisi hingga waktu pelaksanaan, di tengah padatnya kalender sepak bola internasional.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pihaknya masih terus mengkaji format terbaik untuk edisi tahun ini.
Baca Juga: Kisah Hebat Berakhir, Andy Robertson Sebut Waktunya Tepat Tinggalkan Liverpool
Salah satu pertimbangan utama adalah kebutuhan peningkatan jumlah pertandingan bagi pemain, agar mendekati standar kompetisi di negara-negara dengan ekosistem sepak bola maju seperti Brasil.
Menurutnya, pemain di Indonesia saat ini belum mendapatkan jumlah pertandingan yang ideal dalam satu musim.
Karena itu, Piala Presiden dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk menambah jam terbang, tidak hanya bagi pemain profesional, tetapi juga di berbagai level kompetisi.
Baca Juga: Misi Tembus Empat Besar, Dewa United Terus Merangkak Naik
"Pembahasan sudah dilakukan sebelumnya dan akan dilanjutkan kembali pekan ini bersama SC dan operator liga," ujar Erick saat inagurasi Piala Presiden 2025 di Jakarta, akhir pekan kemarin.
"Kami mencari formula yang bisa menambah jumlah pertandingan, tidak hanya untuk klub dan tim nasional, tetapi juga kelompok usia muda hingga level akar rumput," tambahnya.
Menurutnya, PSSI masih memiliki waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk memfinalisasi konsep turnamen. Sejumlah opsi pun masih terbuka, termasuk kemungkinan perubahan format yang cukup signifikan dibanding edisi sebelumnya.
Baca Juga: Pahlawan Baru PSM Bernama Dusan Lagator
Jika pada edisi terdahulu Piala Presiden menghadirkan klub-klub papan atas Super League serta Championsip, dan bahkan tim luar negeri, kali ini format tersebut berpotensi dirombak total.
Padatnya agenda global, termasuk Piala Dunia 2026 serta aktivitas klub yang baru saja mengikuti ajang antarklub dunia, menjadi faktor yang turut dipertimbangkan.
"Apakah masih melibatkan tim luar negeri atau tidak, itu belum diputuskan. Kompleksitas tahun ini cukup tinggi, sehingga semua opsi sedang kami godok. Harapannya, hasilnya sudah bisa ditentukan dalam rapat Kamis nanti," ungkap Erick.
Baca Juga: Bojan Hodak Ungkap Penyebab Bali United Bobol Gawang Persib Dua Kali
Di sisi lain, sinyal perubahan arah kompetisi semakin menguat. PSSI disebut-sebut ingin menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai panggung bagi klub-klub amatir dari berbagai daerah.
Langkah ini sejalan dengan visi memperluas dampak pembangunan sepak bola hingga ke tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.
Gagasan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan Erick pada akhir 2025, di mana ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mengembangkan sepak bola.
Baca Juga: Mengklaim Paling Bersinar di Portugal, Anak Didik Ronaldo Malah Mendapat Masalah
Turnamen ini diharapkan menjadi medium untuk menghidupkan kembali kompetisi di level bawah sekaligus memperkuat fondasi pembinaan.
Bahkan, dalam rencana awal yang sempat diungkap, Piala Presiden 2026 akan melibatkan sekitar 64 klub daerah tanpa keikutsertaan tim dari kasta tertinggi maupun kedua.
Peserta diproyeksikan berasal dari kompetisi seperti Liga Nusantara dan Liga 4, sehingga fokus pembinaan benar-benar dimulai dari grassroots.
Baca Juga: Ronaldo Tidak Akan Menikahi Kekasihnya yang Miskin, Georgina Rodriguez
Artikel Terkait
Oxford United Alami Krisis Pemain Usai Tur Piala Presiden 2025 di Indonesia
Oxford United Krisis Pemain Usai Piala Presiden 2025, Ole Romeny Absen Panjang
Piala Presiden 2026 Siap Jadi Piala FA Indonesia, Begini Penjelasan Erick Thohir
PSSI Siapkan Piala Presiden 2026 untuk Klub Daerah, Fokus ke Penguatan Sepak Bola Grassroots
Kolaborasi dan Peran Media Jadi Kunci Sukses Piala Presiden 2025