SportlinkNews - Usai membenahi timnas dan kompetisi dalam beberapa tahun terakhir, PSSI kini mengalihkan fokus pada penguatan organisasi di daerah.
Melalui Asosiasi Provinsi (Asprov), federasi ingin menjadikan pembinaan sepak bola akar rumput sebagai fondasi utama pengembangan sepak bola nasional.
Sebagai bagian dari upaya membangun fondasi sepak bola nasional yang lebih kuat, Kongres Biasa PSSI 2026 pun memutuskan seluruh Asprov akan menggelar kongres pemilihan pengurus secara terbuka pada Oktober hingga November 2026.
Baca Juga: Pertunjukan Kembang Api Muncul di Dekat Hotel Tempat Timnas Vietnam Menginap
"Setelah tim nasional dan liga menunjukkan perkembangan yang baik, sekarang saatnya pembinaan di daerah menjadi fokus utama. Karena itu, PSSI Provinsi harus menjadi fondasi sepak bola Indonesia," kata Erick seusai Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Senin, 3 Agustus.
Meski dilaksanakan dalam rentang waktu yang sama, Erick menjelaskan pelaksanaan kongres tidak dilakukan pada hari yang serentak.
Masing-masing Asprov diberi keleluasaan menentukan jadwal sesuai kesiapan daerah, dengan syarat seluruh proses pemilihan selesai dalam dua bulan tersebut.
Baca Juga: Tim Indonesia Menerima Kabar Baik Sebelum Pertandingan Melawan Vietnam
Dengan rampungnya pemilihan di tingkat provinsi, PSSI berharap seluruh Asprov telah memiliki kepengurusan definitif sebelum Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI pada 2027.
Hal itu dinilai penting agar program kerja antara PSSI Pusat dan daerah dapat disusun secara terpadu sejak awal kepengurusan.
Selain memperbarui kepemimpinan, PSSI juga menyiapkan peran yang lebih besar bagi Asprov.
Baca Juga: Resmi: Juventus Merekrut Penyerang Remaja Alajbegovic dari Bayer Leverkusen
Erick mengungkapkan federasi berencana menyerahkan pengelolaan berbagai kompetisi regional kepada daerah, mulai dari kejuaraan antarkabupaten/kota hingga antarprovinsi.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi Asprov.
"Kami ingin PSSI Provinsi dipimpin oleh orang-orang yang mencintai sepak bola, memiliki waktu mengurus organisasi, sekaligus mampu mencari pendanaan untuk pembinaan di daerah," ungkap Erick.
Baca Juga: Fakta-fakta Perseteruan Keluarga Beckham: Ibu Mertua dan Menantu Bermusuhan Hanya karena Satu Tombol Like
PSSI berencana memberikan kewenangan kepada Asprov dalam mengelola berbagai kompetisi regional, mulai dari kejuaraan antarkabupaten/kota, antarprovinsi, hingga antarklub.
"Seluruh pendapatan dari kompetisi daerah nantinya menjadi hak Asprov agar mereka memiliki sumber pendanaan untuk membangun sepak bola di wilayahnya masing-masing," ujarnya.
Erick menegaskan, seluruh keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun piramida sepak bola nasional yang lebih kokoh.
"Target kita adalah membangun piramida yang kuat. Tim nasional kuat, liga kuat, dan pembinaan di daerah juga kuat," imbuhnya.
Artikel Terkait
Hasil Kongres PSSI: Perubahan Statuta PSSI, Daerah Jadi Ujung Tombak Sepak Bola Nasional
Presiden Prabowo Subianto Patok Target Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030
Presiden: Sepak Bola Bangun Karakter Bangsa, Indonesia Harus Bidik Piala Dunia 2030
PSSI Siap Jawab Amanah Presiden Menuju 2030
KLB PSSI Dipastikan Geser ke Juli 2027, Erick Thohir Buka Suara soal Peluang Pencalonan