Kehilangan gol dari lemparan ke dalam hanyalah konsekuensi tertentu. Skenario ini sangat familiar bagi Tuan Troussier.
"Pemain kami tidak aneh, tapi mereka tetap melakukan kesalahan dan harus menanggung akibatnya. Kami tidak menyalahkan, namun kami melihat bahwa kerugian tersebut dapat diprediksi,” ungkapnya.
Tim Vietnam tidak lebih baik dari Indonesia
Berbicara tentang cara pelatih Troussier dalam memanfaatkan pemain naturalisasi Indonesia, pakar Phan Anh Tu berkomentar:
"Saya sadar pemain naturalisasi Indonesia punya keanehan tersendiri. Ritme permainannya halus, serangan baliknya solid dan keras kepala. Indonesia mengubah dan menyeimbangkan skuad dengan lebih baik."
Keseimbangan dalam sepak bola adalah sesuatu yang ingin dibangun oleh setiap pelatih, namun tidak semua orang bisa melakukannya.
Jika pelatih Troussier memilih untuk mendatangkan Le Pham Thanh Long dan membawa pergi Quang Hai, dia ingin tim memainkan pertahanan yang lebih baik, padahal kita tahu Quang Hai lebih mematikan.
Setelah menit ke-60, tim Vietnam menurunkan sederet pemain berpengalaman seperti Nguyen Tien Linh, Ho Tan Tai, Vu Van Thanh atau Nguyen Van Toan. Namun, mereka gagal menciptakan kerusakan dalam serangan balik.
Tim Vietnam menguasai bola tetapi tidak dapat menemukan rencana serangan yang efektif. Permainan Vietnam dengan mudah dihentikan pemain belakang Indonesia sehingga tidak menimbulkan bahaya berarti ke gawang lawan.
Oleh karena itu, kekalahan tim Vietnam ini bukanlah hal yang tidak adil. Tim Vietnam kalah karena tidak ada yang lebih baik dari lawannya, sebaliknya mereka bermain lebih baik dari Vietnam.*
Artikel Terkait
Ronaldo Membangun Surga Baru di Laut Merah
Jadwal Swiss Open 2024 Hari Ini: Alwi Farhan Siap Bikin Kejutan Lagi, Wakil Indonesia Masih Banyak
Jadwal Play-off Liga Voli Putri Korea: Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Red Sparks untuk Lolos ke Final
Coach Ismael Tan Bawa Semangat Perubahan Positif pada Borneo Hornbills
Menang Tipis 1-0 atas Vietnam, Erick Thohir Ingatkan Timnas Indonesia