Bahkan, Isje Maas mengatakan kepada Jordi Amat yang skeptis bahwa dia adalah putra mahkota suatu daerah di Indonesia. Itu adalah sesuatu yang dia anggap sebagai “kisah seorang istri tua dan tidak lebih.”
Jordi Amat tersenyum ketika topik itu diangkat. “Saya baru berusia lima atau enam tahun saat itu dan tidak berpikir dia mengatakan yang sebenarnya. Tapi saya ingat dia berkata, 'Kamu akan lihat nanti kalau kamu sudah dewasa. Kamu akan datang ke Indonesia bersamaku suatu hari nanti.'
"Saya akhirnya mengetahui bahwa dia tidak bercanda," tutur Jordi Amat.
Ketika Jordi Amat mendekati akhir kontraknya di klub Liga Pro Belgia K.A.S. Eupen pada musim panas 2022, dia duduk bersama keluarga dan agennya untuk membahas masa depan.
Dia dapat mengingat momen itu seperti baru kemarin. Saya berkata: 'Mari kita jelajahi. Kita tidak perlu terus-menerus bermain di Eropa. Ada lebih banyak pilihan.' Tim-tim dari Eropa dan Spanyol tertarik tetapi saya mencari pengalaman baru setelah COVID.
“Akhirnya, setelah melakukan beberapa penelitian, ide bermain untuk Indonesia muncul dan kami memutuskan untuk melanjutkannya,” cerita Jordi Amat.
Baca Juga: Resmi, Bernard Benyamin van Aert Lolos ke Olimpiade Paris 2024
Segera menjadi jelas bahwa Isje Maas adalah keturunan Jacob Ponto, yang merupakan Raja Siau ke-14.
Faktanya, kakek buyut Jordi Amat, Manalang Doelag Kansil, adalah Raja ke-17 [seorang pangeran kerajaan atau penguasa di sebagian Asia] Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara, dan memerintah sebagai Raja Siau antara tahun 1895 dan 1908.
Mantan bek Liga Premier, yang menghabiskan lima tahun yang mengesankan di barat daya Wales bersama Swansea City, sebelumnya telah membuat dua penampilan untuk tim nasional Catalonia di bawah asuhan manajer Johan Cruyff.
Baca Juga: Menang di Assen Pembalap WorldSBK Alvaro Bautista Sebut Race 2 Sangat Rumit
Dia juga mewakili Spanyol di level pemuda dan bermain untuk La Roja di Piala Dunia U-17 dan U-20 bersama Isco, Koke dan Sergi Roberto.
Namun pemikiran bermain untuk tanah kelahiran neneknya adalah sebuah hal yang menarik. Jordi Amat berbicara kepada surat kabar lokal di Indonesia tentang ide tersebut dan hal-hal yang berkembang dari sana.
“Semuanya terjadi dengan sangat cepat,” kenangnya. “Kami mulai mencari cara untuk mendapatkan paspor di sini. Prosesnya panjang, setahun lebih, tapi setelah mengetahui punya kerabat kerajaan, saya kini menjadi warga negara Indonesia.”
Artikel Terkait
Erick Thohir Beri Kode Keras Kepada Shin Tae-Yong
Terpilih Jadi Kapten, Fajar dan Apri Siap Emban Tugas
Depresi pada Pemain Sepak Bola yang Sudah Pensiun, Sebuah Tantangan Laten yang Marak Terjadi
Thailand Keok, Cuma Timnas U-23 Indonesia dan Vietnam Wakil ASEAN di Piala Asia U-23 2024
Adidas Jadi Tuan Rumah Euro Style Cup 24